Langsung ke konten utama

love story



My 1st love with you   
By : dina desi cahyanti
( cahyantidina.blogspot.com)

Cinta menyatukan perbedaan, kamu ,aku,  dia & mereka  dan semua orang , sesuatu yang berharga membuat cinta lebih istimewa . cinta membuat seorang tak memperdulikannya meski itu salah ia akan anggap itu benar.  Cinta tak pandang status social, seperti sihir yang bisa merubahmu dalam sekejap, mungkin juga hanya dalam hitungan angka. Kau akan mendapatkan takdirmu .
**********************************************
 “ Cinta seperti apa yang harus ku lindungi????” seru pelan seorang dari balik jendela, seorang pria muda yang sedang menatap langit malam yang bertaburan bintang, diantara dinginnya malam ia hanya memikirkan hal yang aneh saja, begitulah ia , namanya Bima            ( fabima  satrio/24thn/fak. Kedokteran umum angkatan 2010 universitas indonesia ) seorang pria yang selalu berharap bahwa ada seorang diluar sana yang suatu saat dapat ia lindungi segenap jiwa raganya, bima seorang pria yang suka mengkhayal, ia juga sangat gemar dalam permainan gitar dan mendengarkan musik klasik. Bima seperti sebuah sihir, ia terlihat begitu istimewa tapi entah kenapa ia terlihat begitu kesepian dan itu memebuatnya semakin terlihat menyedihkan meski begitu ia seorang pria yang penuh dengan kekuatan cinta .
“ rasanya sangat menyedihkan jika aku terus- terussan begini, aku ingin bertanya pada takdir seperti … apa jodohku kelak, apa seperti Jelo, atau Britney atau yang lebih sexy lagi seperti jupe … ah tidak tidak , itu bukan type ku aku lebih suka type cewek kayak alysa soebandono gitu  atau asmirandah juga boleh  … ya itu baru aku suka “  seru bima dalam lamunannya, saat sedang sibuk dengan lamunannya ia tak menyadari bahwa seseorang memasuki kamarnya. Seorang pemuda seusianya sepertinya mereka saudara ..                         ( hanya menebak, penulisnya kan kepo bgt)

“ hey … bengong saja, lagi mikirin tentang jodohmu lagi gak  bosan apa ??” seru pemuda itu pada bima, bima langsung terbangun dari illusinya dan menatap pemuda itu , wajah bima berubah secara drastic, ia tak terlihat begitu senang ia kembali menatap keluar jendela kamarnya.       
“ kapan loe balik “ seru bima pada pemuda itu
hahaahaahaa … ya gue tau kalo gue ini emang ngangenin “ ujarnya percaya diri
“ PD akut loe belum sembuh ... sana out dari kamar gue, pusing ngeliat mukamu” ujar acuh bima pada juna
Pemuda itu bernama Juna ( arjuna kharisma/25thn) ia baru saja tiba di jakarta setelah sekian lama tinggal Surabaya , juna adalah sahabat bima sejak kecil. Juna sudah seperti kakak bagiku.
“ hahahahha ... gue tau loe kangen beratkan ama aku ??? jujur aja bim ??” ujar juna sambil memeluk bima dari samping
“ hsssst ... lepas lepas, gue masih doyan cewek “
“ yeee ... gue juga hssst ... “
@@@@@@@@@@@@@@

Udara kota Jakarta yang sumpek dan membuatku ingin melarikan diri dari hiruk – pikuk gemerlap ibu kota yang membuatku terlalu lelah , bahkan untuk menceritakan ulang lagi . ku hirup udara Jakarta diantara celah jendela rumah, terdengar suara gemericik air yang keluar dari shower hanya dengan rasa kantuk ku coba merenggangkan otot – otot diwajah dan seluruh bagian tubuhku, rasanya benar – benar hidup.
One hours again ....
Aku mulai mempersiapkan kebutuhan ku, sebuah ransel hitam dengan lambang 2 kelopak bunga mawar putih tepat ditengah ransel hitam itu. ku ambil sepatu pantofel hitam  diantara rak sepatu yang tersusun rapi disudut kamarku.
“ mas bima sarapannya … “ seru seseorang menyerukan namaku , suara wanita setengah baya sekitar 55thn usianya ia mbok sri pembantu dirumahku yang sudah mengabdikan dirinya selama 15thn untuk menjadi pembantu dirumah, orangnya baik, beliau sangat ku hormati sama seperti mama ku yang sudah tiada, beliau sudah ku anggap mama ku sendiri. Aku benar – benar menyanyanginya . dan panggilan kesukaanku untuk memanggilnya adalah  ibu . “ iya … bu sebentar … “ jawabku sekenanya ku berlari kecil menuju ruang makan ku lihat sederet makanan sudah tersedia di atas meja, kulihat juga juna sudah dengan piringnya yang sangat penuh dengan makanan , aku hanya tertawa kecil melihat sahabatku yang luar biasa rakusnya itu .
 “ woi .. dasar karung, dimana ada makanan disitu ada loe .. gini caranya sia – sia loe diet mati – matian, cepat bangkrut gini caranya kalo loe tinggal lama di rumah gue karung “ ledek bima pada juna , sedangkan juna hanya tersenyum kesal
sial ... tapi,  setidaknya gue punya cewek, yang sayang gue apa adanya kampret  … gak kayak loe ngayal mulu bisanya   .. “ ujar juna penuh dengAn kemenangan
 “ what … cewek???? Jangan mimpi ??? siapa yang mau ama cowok karung kayak loe, apa itu mata ceweknya lagi rusak, ngeliat buntelan kentut kayak loe dibilang perfect cuihh  “ remeh bima pada juna
 “ ettttsss … kampret lo, loe pasti juga bakal ke sem – sem ama cewek gue … “  gak percaya ama omongan loe karung ..” lanjut bima menantang.
Dilihatnya juna mengeluarkan handphonenya dan menunjukkan beberapa gambar dirinya dengan seorang gadis manis, membuat bima tak percaya , bahwa temannya benar memiliki pacar .
“ siapa ini …  eee bujung buneng manisnya ni cewek  “ Tanya bima spontan memuji                   
“ pake Tanya lagi iniii ( menunjukkan dirinya sendiri)  cowok kece bin keren bin soleh … “ ucap juna PD tingkat tinggi
 loetu cewek matanya rusak!!!!  whhheeesttt … SOLEH ??? gak yakin ama yang satu itu ,nah masih kerenan gue kemana – mana  “ ujar bima gak mau kalah
kurang azarrr (dibuat lebay) apa gunanya keren kalo kagak laku .. “ ledek juna masih dengan makanannya dalam mulut besarnya itu.          
 “ sial … bukan gak laku tapi belum ada kesempatan”  lanjut bima  
“kesempatan apa ?? NYOPET” ledek juna pada bima
sial .... terus siapa ini ??? “ Tanya bima lagi dengan  penuh selidik pada juna
“ napa lo naksir ..  ( memandangi wajah bima yang terlihat sangat polos) sorry ya pak yang satu ini udah gue booking duluan
“ yeeea pak saya kan Cuma tanya ??”
“ gak mungkin ... udah kebaca tau yang ada diotak loe “ ledek juna pada bima
Bima hanya mendengus kesal kepada juna dan menikmati sarapan pagi buatan si mbokk .
“ emang keliatan “ ucap bima bodoh
**********************
Setelah menghabiskan sarapan pagi, aku dan juna bergegas berangkat kuliah , maklum calon dokter jadi harus jadi mahasiswa rajin biar cepet lulus, dapat kerja and married ama seseorang yang benar – benar membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama . apa aku sudah terlalu banyak mengkhayal , mungkin seharusnya aku tak mengambil kedokteran ataukah aku harus pindah jurusan dan mengambil sastra . ah … gue emang kebanyakan lebay dibanding benernya .. kalo gini terus gimana didepan pasien …
Aku juga sedang ada PKL dirumah sakit terkemuka dijakarta maklum kan sudah ku bilang aku ini calon dokter (menyombongkan diri)  . saat ini aku sedang berada dirumah sakit, melayani pelayanan kesehatan untuk masyarakat,  mengabdikan diri untuk Negara ini .
  “ ya ampun berdiplomatis lagi … maaf ya pembaca biar gak garing aja, kalo gak lucu ya  harus dilucu –lucuin “ ;’( ( isi otak penulis garing )
***********

“ jalan sangat lancar .. jadi bisa nyampe lebih cepet dari perkiraan “
Setibanya diruangan ( gak boleh sebut nama, belum ada sponsornya)  aku dan juna bersiap siap untuk mengecek pasien , hari ini tugas ku sedikit longgar , karena beberapa pasien lama sudah pada pulang, kangen ama suasana nya terlebih pada pasien yang sudah lama ku kenal.
Saat sedang bengong dan hanya ku luangkan untuk membaca status pasien yang ada, juna mengagetkan ku …
“ napa mu … boring ??? makan yuk???” ajak juna pada ku, aku hanya menatapnya malas,       
“ malas akh … kantin jauh, mending aku ngecek pasien aja … “ seru ku lemas   
“ mana ada dokter lemes ngechek pasien .. udah jam nya makan siang juga kan … ???” ujar juna beritauku

Ternyata tak terasa jarum jam sudah menunjukkan angka 12 tepat. Dengan malas aku menuruti ajakan juna. Setibanya dikantin rumah sakit, kami memesan 2mangkok bakso dan lemon ice. Mencoba membuka pembicaraan untuk menghilangkan keheningan .
“ kenapa ??? biasanya lo besuara paling kenceng kayak ibu2 arisan … ni kok sepi, aki (batre) lo rusak ( ejek juna dengan menunjuk kewajah bima dengan garpu ) hah … “ ujar juna padaku
“sial … gak tau kenapa lagi gak semangat ni … “ seruku pelan ( suara lemes)
“ sssstttssth lebay … so drama loe , kebanyakkan nonton drama korea  sih  ?? ” seru juna lagi padaku, aku hanya membalas dengan tatapan muak ..
Pikiran ku terbang melayang menembus cakrawala dunia . memikirkan siapa kah jodohku aku hanya ingin berbagi rasa tentang semua yang ku lakukan . berbagi cerita setelah ditinggal mama untuk selamanya , dan adik perempuan ku rara (khaira annisa fabilla/15thn) yang sekarang tinggal dirumah nenek dibandung , seakan dunia yang ku huni sangat menyedihkan … ( huffft ... )
********

Semua ku lalui hari seperti biasa tanpa ada seorang yang mengusik ,jika ada itu pasti juna si karung beras. saat sedang bosan aku hanya memainkan keypad handphone ku , dan membuka akun social ku chat  yang sudah lama ku tinggalkan .
Sedikit terhibur dengan membuka sosmed , untuk sejenak refreshing. lelah bermain didunia chat aku putuskan untuk menutupnya dan kembali focus pada dunia nyata ya tugasku sebagai dokter, saat sedang melamun juna mengawasi ku dari tadi mengagetkan ku ..  
 “ visit dokter  … buru ada dr. maya entar kena marah baru tau rasa … ???” seru juna beri tauku
“ iyaaaa … lagi gak mood nie “ seruku lemas .
“ buruan .. loe kebanyakan alasan “ seru juna menarik tanganku, jadi terpaksa mengikutinya dari belakang .
setelah ikut  visit  dokter maya, segera aku keluar dari ruangan dan menanggalkan jas putih yang sedari tadi ku kenakan, dan keluar untuk mencari udara segar. Saat berjalan – jalan di lorong – lorong rumah sakit, saat sedang asik menikmati suasana rumah sakit kedua mataku tak sengaja menangkap sesosok yang buatku terpana, benar – benar manis
[ deg … dag … dig … dug … ] jantungku terasa gak karuan , benar – benar gak terkontrol lagi
“ astaga … ada apa ini ??? kenapa jantungku jadi begini … “ batinku pelan , sambil menekan area jantung , sedangkan diseberang sana …  
Seorang gadis sedang berjalan mengarah ke arah tempat bima berdiri sekarang ini. Anggunnya ia berjalan , saat ia dengan terburu – buru berjalan seseorang memanggil namanya, seketika ia menoleh dengan sigap ia hanya menunjukkan wajah kesalnya …
“ Tunggu ??? “ seru seorang gadis seusianya , sedangkan gadis si empunya nama hanya mendengus kesal
 apaa  “ gerutunya kesal
“ok … sekarang aku siap lomba lari … 1 2 3 go  lari “ perintah sabil ( sabhilla /15thn) pada kakaknya & mereka bersiap –siap mengambil jarak dan keduanya berlari …
Saat sedang berlari gadis yang tak diketahui namanya itu tak sengaja menabrak bima , ia tak sengaja menbrak bahu bima , spontan ia langsung meminta maaf
“ awwwwwwh … ma … ma … maaf [ terbata2] maaf saya tidak sengaja “ serunya sambil menundukkan tubuhnya kearahku sedangkan bima hanya terbengong saja menatap gadis manis itu dengan hijab merah mudanya.
“ hey … aku menang … ??” seru sabil dari kejauhan , sedangkan gadis itu hanya mendengus kesal pada sabil , ia kembali menatap ku, aku benar2 hanya mampu terbengong tanpa tau harus bersikap apa padanya .
“ tak apa … aku baik2 saja , tadi aku juga gak hati2 , santai saja … “ jawab bima canggung
 “ kalau begitu saya permisi .. sekali lagi saya minta maaf … “  Setelah pertemuan itu bima jadi sering memikirkan gadis yang tak ia  ketahui namanya itu, ia jadi suka melamun tanpa sebab.
****- minna-*******
Udara siang yang luar biasa panasnya, membuatku sedikit kesal. Hari ini aku pergi menjenguk ayah dirumah sakit, sebenarnya jika disuruh memilih , aku lebih baik tidur dirumah dan bersantai dibanding pergi kesini. Hubunganku dengannya tak begitu baik, tak selayaknya seperti ayah dan anak pada umumnya.
Namaku islaminna pasha, seorang mahasiswi di salah satu akademik keperawatan di jakarta. Status jomblo akut. Masih magang tugas di salah satu rumah sakit ternama dijakarta. Hari ini ada waktu kosong, aku dan adikku shabil akan pergi menjenguk ayah yang sedang dirawat ditempatku magang. Pergi dengan adik perempuan ku yang amat menyebalkan, shabil tapi, biasanya ku plesetkan jadi sapi. Dengan berjalanku yang sudah malas membuat langkah kaki semakin malas untuk digerakan. Tiba – tiba
“ mba ... (sebuttan kk perempuan) lomba lari yuk??? Biar cepet nyampe??” seru shabil dalam raut malasku, aku hanya menggeleng lemas
“ hm ... ( memajukkan bibirnya kedepan membuat wajahnya sok imut) ayolah ... ???”
“ hah ... malas akh ???” jawabku sekenanya
“ pokonya dalam hitungan ke 3 lari” perintah shabil seenaknya
“terserah ... “
“ 1 .... 2..... 3... lari “
Padahal sudah ku bilang gak mau, tetap aja maksa, akhirnya ikut lari juga, gara – gara lari itulah, aku bertemu someone terus jadi ada something, kayak di drama – drama yang aku tonton gitu, ada acara tabrakan terus pandang – pandangan . aseek lah.
“ ganteng banget ... ( untung air liur ku gak keluar)”
“sumpah ganteng banget padahal Cuma pake kemeja doang dengan celena biasa gitu, mukanya bikin meleleh”
Karena aku takut dia menangkap wajahku yang memerah, aku bangun dari jatuhku dan segera melarikan diri dari hadapannya.
******************

Dua hari setelah pertemuan itu
Sore tak terasa menyapa , lelahku sudah tak bisa di ekspresikan lagi bahkan dengan raut wajah yang berantakan sekalipun, uap nafas ku terus saja mempermainkan rasa kantuk yang mulai mendera, mataku mulai memerah dan berair, mungkin sebuah pertanda aku harus pulang dan mengistirahatkan tubuh ku yang mulai kacau balau.
Ku harap tak ada yang menyadarinya, ku yang mulai lelah berdiri sepanjang hari dan memutar otakku dari beberapa dokumen pasien hari ini, menyenderkan tubuh pada tepi meja , ku hirup nafasku panjang
“ akhhhhhh … aku benar2 lelah hari ini, rasanya mungkin nyaman mandi dengan air super dingin dan makan makanan yang hangat, buatan si mbok akhhh … memimpikkan nya saja aku sudah ngiler ( keluar saliva) … bahaya … kalo gini caranya … “ [ batinku bicara ] ku lirik jarum jam & waktu menunjukkan pukul 18.00 aku membenarkan posisi tubuh dan bersiap pulang, tapi , sebelum niatku terlaksana lagi … lagi … mataku menangkap wujud seseorang … wujud malaikat tanpa sayap
Seorang gadis yang tak sengaja ku tabrak dua hari yang lalu  sedang bercengkrama dengan teman sejawatnya, dengan seragam serba putih dan ku ketahui itu adalah seragam perawat,  gadis itu Nampak riang tak dilihatnya raut lelah , gadis itu masih saja dapat tertawa tanpa ada beban, saat sedang menangani beberapa dokumen tiba – tiba ia meninggalkan temannya dan pergi dengan yang lain. Ia seprtinya sudah sangat lelah tapi , ia tutupi dengan terus menunjukkan senyumnya gadis itu sangat menarik bagiku, gadis yang tak ku tahui dari mana datangnya, tak ku tahui dari mana ia dapat mencuri hatiku sejak awal, aku bertemu ia sudah meninggalkan kenangan tersendiri. Gadis itu sudah buatku tak focus akhir2 ini.
“ sebenarnya siapa kamu …  kenapa kamu terus mengganggu focus ku .. ???” batinku bertanya   sebenarnya kamu siapa ??? siapa yang buatku tak karuan ???” batinku lagi
Udara siang hari yang menyengat kerongkonganku benar – benar membuatku mati rasa, aku hampir tak tertolong lagi, bahkan angin sepoi – sepoi yang biasa ada kini tak ada bahkan tak terasa untuk menikmati angin sepoi – sepoi . langkahku terasa berat dan lambat … aku berjalan malas menuju kantin diujung sudut ruang , terlihat kerumunan orang memenuhi sebagian ruang sempit itu.

Aku hanya menghelah nafasku berat dengan sedikit mengeluh suasana panas terik yang membakar kerongkonganku , ku berjalan lurus kedepan dengan layar ponsel  yang terus saja ku mainkan , tanpa tau siapa yang ada didepan mata ku tabrak seseorang dari arah berlawanan . saat aku mulai menyadari … dari sebuah jeritan kecil aku terbangun dari rasa nyaman ku .
“ auww ...   “ jeritnya , aku masih belum menyadari bahwa aku yang menabraknya , masih asyik dengan layar handphone dan saat menghadap kearahnya aku menyadari bahwa ada orang lain yang berada dihadapanku. Seorang yang terus ku pikirkan sekarang ini berada di depan mata , benar – benar menakjubkan apa ini yang dinamakan TAKDIR .
“ ahhhkk … kau … ( gagu/ dia lagi  ) “ seru ku pelan ku harap ia tak melihat sikapku yang buatku sangat bingung ( adegan / raut wajah salting gitu).
“ aooww … bukannya minta maaf, sering betul nabrak2, makanya pake spion dong  !!! ( gerutunya kesal ) hist menyebalkan sekali “ sumpah serapahnya terdengar lagi olehku dan mebuatku tambah gagu dan bingung. Sebenarnya aku sangat senang tapi, entah mengapa aku jadi kayak gini…
Aku hanya menatap tanpa bisa berkata apa – apa , ada wujud yang terus bebani pikiranku tanpa bisa ku ungkapkan , aku benar – benar tidak tau bagaimana cara mengungkapkan hatiku padamu.
Nafas yang mulai tak terkontrol dalam halusinasi yang buat seorang akan semakin menggila saja. Aku hanya mampu berdiri terpaku saat ia kembali merapihkan pakaiannya, dengan wajah lelahnya aku mulai menyadari bahwa dia telah bekerja keras hari ini tapi kenapa aku sedang membuatnya marah , aku sangat bodohkah ... apa karena terlalu mencintainya ( wah ngacooo )
“ maaf ... apa ada yang sakit ??” tanya ku sopan , sedangkan ia hanya mendengus kesal , ia hanya menutupinya dengan seutas senyum manis , dan berlalu dari pandangan ku sekejap , mungkinkah aku jatuh cinta pada pandangan pertama, wah beginikah rasanya ...
***********-minna-*************
Sore yang melelahkan dengan berbagai alasanku untuk menghilangkannya. Aku benar – benar lelah hari ini, sangat lelah, aku ingin cepat pulang , sedang melangkah tak karuan tiba – tiba dari arah belakang seorang menabrakku , membuatku tambah naek darah aja, udah tau mood ku hari ini lagi super jelek, pake acara nabrak segala, tanpa pedulikan siapa yang ada didepan mata, aku hanya mampu mengomel
“ aooww … bukannya minta maaf, sering betul nabrak2, makanya pake spion dong  !!! ( gerutuku kesal ) hist menyebalkan sekali “ sumpah serapahku
Tapi saat menyadari yang berada didepan mata adalah someone itu membuatku tambah jadi kacau, segera aku membalikkan diri dan pergi menjauh darinya. Memberikan ia terdiam dalam posisinya.
@@@@@@@@@@

 Udara sore yang masih sumpek dengan masalahnya masing - masing , ku seduh secangkir hot chocholate duduk diteras rumah dengan terus sebuah bayangan yang mulai merasuki semua bayangan indah tentang gadis yang bahkan belum ku ketahui namanya itu, aku hanya mampu tersenyum saat kembali mengingat semua kejadian hari ini bersamanya. Tiba – tiba lamunan ku saat aku mengingat pembicaraanya tadi siang
[ replay :
“ assalammuallaikum ... ya benar, maaf ini dengan siapa ???” tanya sopan pada seorang diseberang telephone ,aku mendengarkan pembicaraan gadis itu tanpa sengaja
“ bertemu dimana ??? apa di cafe , ya aku akan ingat cafe chese kan ? iya nanti sehabis isya aku akan kesana ?? iya bawel ... bye “ ] [ nguping pembicaraan orang itu gak baik, aku tau  ... tapi jika demi kebaikkan mungkin allah kan mentoleransinya kan ^_^]
Karena itu aku memburukan diri untuk pergi ke cafe itu ceritanya pengen tau siapa namanya, apa dia mau ketemuan ama someone  , dan aku sedang melihat juna yang sedang menonton acara  gak jelas ditv, karena takut ketahuan modusku aku mengajak juna , beruntungnya ia sedang ingin jalan jadi, aku tak terlalu keluar tenaga untuk merayunya pergi ke cafe itu ( RAJA MODUS )  . disepanjang perjalanan juna terus bertanya kayak anak kecilnya yang pengen tau kemana ortunya pergi mungkin takut akan dijual atau takut diculik ama orang yang gak dikenal.
( isi otak penulis lagi gak fokus ... )
Sesampainya di depan cafe chese kami keluar dari dalam mobil, juna hanya menatapku aneh, dan seakan mulai bertanya dengan raut wajahnya 
“ ngapain  kesini ?” dengan menaikkan sebelah alis matanya, ia menatapku aneh , aku yang melihatnya hanya bisa menjawab seadanya
 “ aakhhh ... kenapa kamu menatapku seperti aku ini makanan mu ??” tanya ku sambil memalingkan wajah kearah berlawanan
“ tumben aja ngajak aku cafe , bukanya paling mentok loe Cuma mau ngajak gue ke warung kaki lima, itupun gue yang bayar  ??? gue nyium bau – bau aneh disini ” tanya juna penuh selidik padaku
“ mang gak boleh sekali2 makan ditempat mewah dikit gitu” seruku tanpa berpikir
“ aneh ... dapat dari mana survei disini???” tanya juna lagi
“ apaaan sih ... gak si robby tadi siang bilang kalo ada temenya lagi buka cafe dan katanya bagus, makanan ya murah ala kaki lima gitu makanya aku mau tau bener apa gak .. gak ada maksud terselubung kok .. “ ujarku ngeles
“ niat terselubung apa maksudnya ???  gue gak yakin 100% kalo kayak gini ... ???” juna mulai menngendusku kayak cucki peliharaannya. ( anak anjing) “ pasti ada yang aneh ini “
‘ terserah loe aja sih ... “
**************
@ cafe chese pukul 20.38

Saat memasuki cafe itu terasa sangat santai dan kaki lima banget, menu yang disediakan juga unik – unik and harganya oke banget ama anak kuliahan kayak gue gini , beruntunglah sebelum aku kesini aku udah tanya duluan ama robby, kan rumahnya deket dari sini . beruntunglah aku.
Setelah memesan beberapa makanan dan minuman aku melihat sekeliling tapi, ku tak dapati sosoknya yang ingin ku temui, sedangkan juna sibuk dengan makananya, setelah beberapa saat disana , aku tak sengaja bertemu adik kelasku , namanya tarra ( tarra aulia/ 21thn) dia juga calon dokter angkatan 2014
“ tarra   ?? sedang apa disini ?? pacaranya ???” ledekku padanya saaat ia melewati meja ku dan juna, juna juga melihat tarra ia hanya mengangguk pelan dan tersenyum dengan mulut penuh dengan kentang goreng
“ ooo .. malam kak, hampir tidak menyadari habisnya beda sih kalo ketemu dirumah sakit “ ujarnya malu – malu
“ sedang apa ?? bersama pacarnya ??” tanya juna mengulang pertanyaan ku
 “ akhh ... gak kok kak sedang bersama teman , saya belum punya pacar kok kak ...  ??? “  ujarnya lagi
“ sama temennya ...??? dimana??? sini gabung sama kita biar tambah rame, temenya cowok atau cewek ??” tanya juna pada tarra
“ cewek kok kak, memangnya boleh kah kak ... “ ulang tarra memastikkan         “ boleh donk “ jawab mantab juna masih dengan mulut penuh kentang goreng
[ benar – benar memalukan punya temen kayak gini ... sabar demi dia]
Aku merasa sedih karena mungkin dia yang ingin ku temui sudah pergi  atau tak datang , atau pertemuan mereka dipindahkan , sebagai cowok yang belum pernah pacaran ini sangat memalukkan 24 tahun aku hidup sama sekali belum pernah tau pacaran itu kayak apa [ sangat memalukkan ... pembaca jangan nangis  dan sedih ntar dikira lebay lagi ,  ya aku aja biasa aja hahahahaha ... ]
Setelah tarra memanggil temannya , aku benar – benar kacau balau , tapi, setelah melihat orang yang dibawa  tarra , secara otomatis ibarat hape langsung keisi batrenya .
[ penulis  buat cowoknya sedikit puitis dan lebay biar gak terlalu garing dan gak ngebosenin untuk dibaca, tapi tetep ada sisi cool ya ]
“ dia ........ “
Seorang gadis dengan hijabnya yang manis, memakai pakaian yang sopan, wah bidadari surga banget . tersenyum padaku dan inilah pelakunya yang telah memporak porandakan hatiku gak pake ampun, tanpa sebab orang yang sedari tadi mengganggu nyamanku, pengenya langsung ku borgol dia dihatiku biar gak pergi2 lagi dan gak buat hatiku bingung  . Dia hanya menatapku bingung
“ malam  “ sapanya manis pada kami, aku sempat terbengong beberapa saat, saat juna melambaikan tangannya bahkan aku hanya mampu terpatung tanpa sebab
“ napa loe ... “ tanya juna padaku bingung juga
“ akhh ... gak apa2 kok “ jawabku seadanya aja
“ ooo jangan2 ini niat terselubungmu ya “ bisik juna padaku, dan membuatku seakan berhenti bernafas, wajah udah kayak kepiting rebus
“ akhhh ... gak ? biasa kan aku baru juga ketemu ama dia juga disini ??”bisikku lagi
“ disini ?? berarti pernah ketemu ditempat lain kan ??” tanya juna sekali lagi yang buatku tambah spot jantung
“ udah jangan banyak omong ... gak sopan bisik bisik didepan orang “
“ loe harus pertanggung jawabkan sikap loe ini ntar dirumah “
Keduanya duduk berhadapan , dan dia yang telah buat hatiku amburadul sekarang berada di depan mata, aku terus mengontrol isi jantung yang pengen meledak secara tiba2 kayak ada yang memainkan drum dalam jantungku , kemudian tarra memperkenalkannya pada kami
“ oo ya kak ini teman yang saya bilang tadi ?? namanya Islamminna pasha  cukup panggil minna aja kak “ tarra memperkenalkannya pada kami, tambah lengkaplah hatiku, rasanya hatiku pengen terbang saat kami berdua berjabat tangan dan berkenalan ...
 “ minna  .. kuliahkah ???” tanya juna yang membuatku sedikit kaget
 “ iya kk , saya kuliah di akademik keperawatan dan lagi magang dirumah sakit “ ujarnya sopan , bukankah dia sangat manis bahkan aku hampir tak sadarkan diri ... bagaikan lelehan lilin yang membeku aku harap ia tak menyadari tingkahku yang aneh ini .
“ magang ?? dirumah sakit mana dek .. ??” tanya juna sambil melirik kearahku
[ kenapa melirik kearahku ... ]
“ oo di rumah sakit ( gak boleh sebut merk ... belum ada sponsor, ada yang mau sponsori silahkan hubungi penulisnya)”
“ oo ... pantas ( juna tersenyum menang dan masih melirik kearahku)”
Aku hanya bisa membeku hanya bisa diam dan terus mengendalikan gejolak yang terus menyerangku ,aku terus melihat mu secara sembunyi tanpa kau ketahui
“ ooo .. ya adek minna  udah punya pacar ???” tanyaku tiba2 dalam rasa gugup yang terus bergejolak , ia hanya tersenyum yang tak bisa ku tebak apa artinya    
“ belum kk .... kenapa kk mau daftar “ bahkan disela – sela kami berbincang ia bisa melucu, berbeda sekali dengan yang beberapa kali ku lihat, bukankah tambah buatku kagum , sudah manis , humoris, dan aku suka apa yang ada padanya  [ hatinya lagi bernyanyi natural dari dmasiv]
Sebuah perasaan yang tak bisa ku delete atau bahkan di cut, aku gak bisa mengendalikan perasaan ini , gak seperti main robot control , hatiku bukan kayak gitu . hatiku adalah hal yang sebenernya rapuh dan rentan patah iya meski sudah ku lem dengan lem terlengket sekalipun atau bahkan sampai ratusan ribu , tetap saja hatiku gak bisa terima.
Tapi, berkat seseorang yang buatku kalang kabut untuk mengontrol hati , seakan hatiku membentuk perisai untuk wanita lain. Dan hanya mampu ditembus oleh dia seorang yang baru ku ketahui namanya hari ini. Gadis yang tak kuketahui siapa dan dari planet mana yang bisa membuatku seperti ini.
Aku yang tak mengerti hanya bisa diam saat perasaan aneh ini terus saja menggerogoti hatiku tanpa izin
&&&&&&&&- minna-&&&&&&&
Malam menyapa kesendirianku yang tak bertuan ini, menyibukkan diri dengan betemu sahabat tercinta yang telah lama tak ku temui . dengan mencoba beberapa long dress aku terus berlenggak – lenggok didepan cermin besar yang ada dikamarku.
Beberapa baju sudah berserakan diatas tempat tidur, setelah sekian lama mencocokkan long dress ku dengan make up ku aku tertarik pada long dress pink flowers yang dibelikan mama akhir bulan kemarin.
Hari ini aku diajak pergi dengan sahabatku, ia melanjutkan study dikedokteran universitas indonesia. sebenarnya cara temu kangen gitu, daripada aku suntuk dirumah cari refressing . ( ceritanya begitu).
Kami berjanji bertemu di cafe cheese, saat berada di cafe cheese, tarra nama sahabatku itu, kami mengobrol banyak hal. Sebelum memesan makanan, tiba – tiba tarra mengatakan untuk bergabung dengan kk kelasnya di kedokteran.
“ minna ... gabung disana yukkk ... ??? ada kk kelasku ??” seru tarra padaku
“ ahhah .. gak mau ah ?? ntar aku ganggu lagi ??? aku juga gak kenal ???”
“ gak apa2 ntar aku kenalin kk ya cakep kok ??” seru tarra membujukku
Ia menarik tanganku dan berjalan kearah yang tak ku ketahui,  langkah kaki kami terhenti disebuah meja makan , ku tatap dua orang pemuda yang sering ku lihat , pemuda itu , yang memakai tshirt manis, dan kacamata santai, pemuda itu bukankah someone itu yang akhir – akhir ini mengusik keasikkan waktuku.
Pemuda itu terlihat suntuk, aku masih tidak enak hati karena tadi siang memarahinya, tapi, mau gimana lagi. Tarra menyapa kedua pemuda itu. Dan mengenalkan aku dengan keduanya. Apa kamu tau jantungku serasa ada yang menyalakan petasan dan kembang api.
“ malam kk ... ???” sapa sopan tarra pada kedua pemuda itu
“ooo ... malam dek!!! Silahkan duduk dek ... ??? hmm.. siapa ini dek, manisnya  ???” tanya seorang pemuda yang ku ketahui namanya dokter juna, dia sangat terkenal dikalangan perawat. Kemudian tarra mulai mengenalkan aku kepada dua pemuda itu.
“ oo ya kak ini teman yang saya bilang tadi ?? namanya Islamminna pasha (20 thn)  cukup panggil minna aja kak “ tarra memperkenalkannya pada kami, saat aku menjabat tangannya yang besar membuatku sedikit gugup, aku terlalu takut ntar jadi salting. Ku harap ia yang berada didepan mata tak menyadari tingkah laku ini. bisa mati gaya didepan nya. Akhirnya didapatilah sebuah nama yang membuatku terganggu beberapa hari terakhir ini.
“ fabima satrio “ batinku pelan
 “ minna  .. kuliahkah ???” tanya kk juna yang membuatku sedikit kaget atas pertanyaanya. ( sok lebay aja sih)
 “ iya kk , saya kuliah di akademik keperawatan dan lagi magang dirumah sakit “ ujarku seperti biasa, sebenarnya menutupi perasaanku yang sedang bergejolak.
“ magang ?? dirumah sakit mana dek .. ??” tanya kk juna lagi
Kemudian disela – sela pembicaraan kami , beberapa pesanan kami terhampar didepan mata, seorang pelayan wanita menghampiri kami dengan membawa beberapa makanan dan minuman ringan.
“ chocolate tart dan hot mocachoco  “ ucap pelayan cafe itu, menerangkan makanan yang dipesan
Juna langsung menoleh ke arah bima, dan sedikit menggelengkan kepalanya
“ pesan chocolat lagi ... ???” seru aneh kk juna, padahal kan aku yang pesen
“ gak ini aja belum abis, jangan suudzzon donk” ujar bima sedikit kesal
“ maaf kk itu saya yang pesan???” jawabku mencairkan ketegangan
“ hmmm ... oo adek minna yang pesan saya pikir si bima pesan lagi, wah sepertinya kalian jodoh” ujar kk juna yang membuatku ng fly sebentar
“amin ... “ jawabku pelan. Setelah beberapa makanan tersedia kami melanjutkan beberapa obrolan yang terganggu.

“ oo ya tadi kk juna tanya apa ???” tanyaku ingin mengulang pertanyaannya
“ oo ya magang dimana??”
 “ oo di rumah sakit ( gak boleh sebut merk ... belum ada sponsor)”
“ oo ... pantas ( juna tersenyum kearah bima yang berada disampingnya)”
 “ ooo .. ya adek minna  udah punya pacar ???” tanya kk juna, padahalnya pengennya dia yang tanya begitu, tapi apa boleh buat.
“ belum kk .... kenapa kk mau daftar “ sebenarnya biar suasana gak kaku aja sih
Sebuah perasaan yang tak bisa ku delete atau bahkan di cut, aku gak bisa mengendalikan perasaan ini , gak seperti main robot control , hatiku bukan kayak gitu . hatiku adalah hal yang sebenernya rapuh dan rentan patah iya meski sudah ku lem dengan lem terlengket sekalipun atau bahkan sampai ratusan ribu , tetap saja hatiku gak bisa terima.
Tapi, berkat seseorang yang buatku kalang kabut untuk mengontrol hati , seakan hatiku membentuk perisai untuk pria lain. Hatiku hanya ku persembahkan untuk someone itu.
****************
Pukul 21. 45 at cafe chese

Setelah kami selesai bersenang – senang , kami ber-4 akhirnya pulang kerumah masing- masing , aku juga sudah melihat kantuk dimatanya , sebuah pertanda bahwa ia sudah lelah dengan hari ini. Tapi ia masih saja terus tertawa dengan lawakkan yang dilakukan oleh juna yang sebenernya garing .
Hari ini sangat menyenangkan dan membuatku bahagia dan Ada yang tak bisa ku lupa seumur hidupku  , dan ini pertama kalinya aku berkenalan dengan seorang gadis yang sebelumnya sudah mampu meluluh lantakkan hatiku secara khusus, kedua , aku tau siapa namanya dan statusnya kalo dia juga jomblo , jadi setidaknya gak ada halangan untuk deketin si dia ( banyak peluang ) ketiga kami bisa tukaran no hp . bahkan nicknme di kontak hp ku ku tulis dengan nama perawat manis  [ sedikit lebay ya ... ya maklumlah lagi jatuh cinta nie ... pembaca kan pasti pernah merasakannya ]
Aku ... seperti laki – laki yang beruntung didunia ini  perfect  , semakin lama aku dan dia juga semakin deket, bahkan udah kayak lem ama perangko tapi , status hubungan kami masih gak jelas.
[ payah ..... -_- padahal udah sedeket ini tapi gak bisa bilang ....  menurutmu aku harus kayak apa ??? kalo gak ngomong keburu diambil orang, cukup masalah pulpen ku aja yang diambil orang tapi, jangan dia ya . mana orang tau itu pulpen harga 100rb ( nyebelin ) ^_- bantuin aku napa gak usah mikirin yang lain ....... streess nie]

********************************************

Pukul 11.40 at hospital
Hari kamis yang sebenernya mendung  ini tapi, dengan  suasana hati yang sedang kacau akibat deadline tugas yang diberi dosen kampus belum kelar, rasanya kepala pengen meledak, aku terus memegangi  keningku yang udah panas kayak wajan . kalo dimasukkin ama telor ceplok pasti udah mateng ni ditambah makan pake nasi anget terus disiram ama kecap manis terus pake krupuk  wow indonesia banget tu.
Dengan sedikit males aku berdiri dan mengambil beberapa dokumen  pasien yang harus ku check, pengen cepet selesai dan aku harap dapat meluangkan waktu untuk si dia. Layar ponselku tiba- tiba bergetar, ku raba malas dan ku sentuh layar hitam dengan ujung telunjukku , saat sebuah nama terpampang dalam layar berbentuk pesan, aku langsung membuka nya secepat kilat. Sebuah pesan darinya ... ku baca perlahan
[ to : perawat  manis
    Kalo pusing sebaiknya istirahat jangan terlalu dipaksa , nanti bukannya kk yang jaga pasien bisa pasien yang jaga kk loe ... ]
Aku yang membacanya langsung tersipu senang , bahkan rasanya aku ... akhhh gimana bilangnya ini, didalam hatiku rasanya ada gejolak yang tak bisa ku selidiki,kamu seperti bakteri yang  bahkan jika menyuntikkan antibiotik itu takkan mempan , kamu takkan mati atau enyah dari ku.
[ to : kk bima
Bagaimana ini ?? kenapa kamu tau ??? ]
Beberapa pesAN singkatnya sudah seperti  energy buatku, aku kembali semangat menyelesaikan pekerjaanku. Dan ingin cepat juga memberikan status pasti untuknya dan juga untukku.
[ to : perawat  manis
Sudah sana makan dulu nanti kalo pingsan bisa bahayakan ??? kan jadi lucu ada dokter pingsan karena gak makan ... emang mau dirawat disini ???] ledeknya dalam sebuah pesan singkat
[ to : kk bima
Tapi, kalo perawatnya kayak kamu... bolehlah ??? kan sngat menyenangkan ]
Gak kerasa makan siang tiba, aku mengambil tas yang ku taro di atas meja, saat itu ku lihat ia masih sibuk berbincang – bincang dengan salah satu pasien, dia memang sangat manis, apalagi kalo lagi tersenyum.
“ ayo .. cari makan ... “ ajakku pada beberapa teman yang ada disana , sedangkan juna sedang tak ada disini, karena ia sedang sibuk dengan operasi pertamanya.
“ oo .. ya duluan aja bim ... masih sibuk ini ???” seru ical padaku dengan setumpuk buku dalam mejanya
“ ooo ya aku duluannya ... ???”  seruku lagi
Aku melangkahkan kaki ku keluar dari ruangan angsoka, aku hanya menghelah nafas panjang, pikiranku sedang kacau balaunya. Tapi, aku mendengar suara yang sangat kukenal bahkan sangat ingin kudengar setiap saat.
“ suara itu ... “
[ dari arah yang sama ]
 “ min  ... lapar gak ???” tanya maya pada seorang gadis yang masih asyik mengotak atik layar ponselnya
“ hm ... lagi pengen makan yang bikin kenyang “ jawabnya sekenanya , membuat maya hanya terkekeh karenanya
“ dasar ... eh makan ya  bikin  kenyang neng !!!” gerutu kecil maya padaku
Mendengar pembicaraan mereka membuatku hanya terkekeh senang, bukankah dia itu yang sangat manis. Dia yang seperti itu saja membuatku selalu berangan untuk bersamanya.
Lalu , kami tak sengaja lagi bertemu di kantin belakang rumah sakit, saat itu aku sedang duduk dengan menyantap makanan yang ku pesan, saat itu juga  ia bersama temannya juga berada disana
“ minna ... makan disini aja “ seruku pada nya, sedangkan ia hanya mengangguk pelan dan menatap ke arah temannya dengan raut wajah yang penuh dengan pertanyaan
“ siapa min ... ??” tanya maya bingung
“ teman ... ???” jawabnya , sebenarnya aku sedikit gak suka karena dia bilang teman, itu juga salahku sih gak bisa buat status diantara kita jelas, padahal aku pengennya lebih dari seorang teman bisa gak ...
Setelah selesai makan , kami berpisah dia kembali keruangan sedangkan aku masih bersantai di sana . aku hanya menghelah nafas saat bayang sosok itu mulai pudar dari pandanganku
“ bagaimana aku bisa mengatakannya kalo aku sudah terpikat saat pertama kali bertemu, aku sudah sangat menyukai sebelum kami berkenalan, saat dia marah2 karena aku terus menabraknya  tanpa sengaja , aku suka saat dia yang tersenyum ramah pada semua orang , aku suka saat dia mengirimi pesan singkat yang membuatku semakin menyukai nya “ batinku

**********************

Pukul 12.29 at ruang angsoka
Setelah lama ku hilangkan rasa penat yang mendera, bunyi handphone dari saku jas putih ku berdering. Sebuah panggilan dari juna ( perut karung) , aku segera mengangkatnya dengan biasa
Terdengar suaranya yang panik, terdengar jelas dari suaranya
“ kenapa jun ... ???” tanyaku menetralisir kepanikkannya, sebuah suara yang membuatku terkejut, dengan sekali menyebutkan namanya, aku berlari sekuat tenaga ... bahkan tak ku pikirkan lagi omongan juna , aku berlari menaiki anak tangga , tak ku pikir lagi nafas ku yang sudah limit
Aku hanya berpikir
“ kenapa ?? ada apa ??? apa dia baik – baik saja ??” hanya itu yang sedang melayang dalam pikirku “ apa yang sebenarnya terjadi ??? selamatkan dia ya allah  ??? “
Terdengar suara gemuruh bahkan sudah dijaga ketat oleh beberapa polisi kenapa ??? kenapa ??? siapa pun jawab aku
Aku melihat juna panik setengah mati, ia melihatku dan segera menarik tanganku, wjahnya pucat, tangannya membeku. Membuatku semakin takut sebenernya apa yang terjadi
“ kenapa jun ?? ada apa jun ??” tanya ku panik karena keadaan banyak polisi berjaga diruangan itu
“ bim ... bim ( gagu ) minna ... min ... minna “
“ kenapa ?? kenapa dia ??”
“ minna dalam masalah besar ( diceritakan ama juna permasalahannya ) “
“ apaaaaaaaaaaaaaa .... !!!!!!” aku syok saat itu
“ kenapa bisa ?? bagaimana ceritanya ???”
[ juna menceritakan semuanya ]
Langsung pergi melihat keadaan, orang yang ingin ku lindungi tengah dalam bahaya , orang itu ... dalam masalah, apa yang harus ku lakukan untuk menolongnya

*******************
Pukul 13.00  at ruang ......
Salah satu bangsal pasien itu ku lihat seorang gadis tengah menangis gadis itu terlihat sangat ketakutan, tubuhnya bergetar , dia .. bagaimana caranya aku menyelamatkanya , sebuah belati mendarat manis di wajah nya, aku ... ingin rasanya menggantikannya diposisi itu
Seorang polisi berteriak memberi aba – aba bahkan sedikit bernegosiasi, semua yang ada disana juga mengkhawatirkannya, gadis itu ... dia harus baik – baik saja
“.... jangan macam – macam , jangan sakiti gadis itu ??? lepaskan dia .. atau saya bisa nekad  “ seru seorang polisi
“ silahkan ... kalian lakukan semau kalian !! tapi, saya akan melakukan hal nekad juga “ seru sarman ganas
[ sarman buronan pembantaian keluarga yang sedang banyak dibicarakan ]
Diluar ruangan aku hanya bisa berdoa , aku takut , aku benar – benar takut. Jika aku masuk maka aku mungkin bisa jadi pahlawan untuknya . tapi, aku ... sedang tidak ingin jadi pahlawan untuknya aku hanya ingin menolongnya, aku ingin dia lepas dari orang itu, karena insiden ini semua pasien jadi  trauma banyak pasien dari bangsal  yang dipindahkan sementara.
Aku yang mulai tak karuan membantu beberapa rekan untuk menyelamatkannya. Setelah berdiskusi kami memutuskan untuk mengambil jalan nekad. Sebagian orang mengalihkan perhatiannya dari gadis itu yang mulai berderai air mata. Aku melihat ada guratan ketakuttan yang amat mendalam. Setelah sekian lama berusaha, akhirnya aku masuk kedalam ruangan dan menarik lengannya masuk dalam dekapan. Ku bopong ia keluar ruangan, histeris dari teman- temannya, membuatnya sedikit lega.
Jika aku, aku takkan menyakitinya bahkan jika aku menyakitinya aku akan melakukan apapun agar ia tak menderita. Aku menemuinya untukmemeriksa keadaannya. Ia masih di periksa oleh juna, aku memandanginya dengan penuh keraguan , sepertinya juna sudah selesai memeriksanya
“ nadinya sudah mulai normal, hanya tekanan darahnya yang naik 130/90 dia akan baik – baik saja, minn .. sekarang kamu sudah aman ... “ ucap juna menenangkan minna
“ terus kamu gak apa2 bim ???” tanya juna pada bima
“ gak , gpp ??? beruntungnya dia juga gpp “
Aku lega saat mendengar penjelasan juna, aku hanya ingin dia baik – baik saja, aku harap suatu saat nanti aku juga bisa melindunginya, agar dia merasa aman .akhirnya aku menemuinya saat yang lain harus mengerjakan tugasnya masing – masing
“ hay ... “ sapaku padanya yang masih terbaring lemas. Aku duduk disebelahnya, mencoba mengenggam tangannya yang dingin, ia membuka matanya  perlahan
“ bagaimana .. ?? sudah lebih baik ??” tanyaku perlahan , sedangkan dia hanya mengangguk pelan, membuatku sedikit lega.
“ kamu ... bagaimana ??? apa kamu terluka ??” tanya nya pelan
“gak aku gpp kok “
“ senangnya aku , kalo kamu baik – baik saja sekarang “ ucapku pelan, sedangkan ia yang mendengar ucapanku hanya menatapku bingung, tapi, orang harus tau bahwa kamu akan jadi milikku.
“ hmmmm .... “ desahnya pelan
Ia mencoba bangun, dengan guratan ketakuttan yang amat dalam
“ mau kemana ??? minum ??” tanyaku lagi bingung
“ aku ... aku mau pulang “ jawabnya pelan
Tiba – tiba seorang teman perawat membawakan tas ransel hitam kepadanya, wajahnya lumayan manis, tapi, bagiku dia yang ada di hati lebih manis dan lebih cantik dari semua wanita yang ada dimuka bumi ini.
“ hmmm ... maaf ganggu, minna ini tas mu ?? kamu mau ku antar pulangkah biar motormu dititipkan disini aja besok baru di ambil “ tukas gadis muda itu
“ terima kasih ya etha , gpp kamu duluan ajha , aku bisa pulang sendiri kok “ serunya pelan dalam keadaan posisi setengah duduk.
Ku tatap  wajahnya yang masih lemes. Akhirnya dengan tubuhnya seperti itu aku mendekat dan menompangnya berjalan, sekuat tenaga aku memberika pundakku untuk ia bertahan dalam jalannya. Tapi, secara tak sengaja aku melihat seorang dari kejauhan yang entah memperhatikan aku atau memperhatikannya.  seorang laki – laki yang tak ku ketahui namanya, seorang itu hanya diam – diam memperhatikan gadis yang sedang ku rengkuh saat ini
Setibanya di lahan parkir , ku bawa ia menuju mobilku. Kemudian ia mendadak menghentikan langkahnya.
“ kenapa kk bawa aku kesini ??” tanyanya bingung
“ mau pulangkan ???”
Ia menjawab dengan anggukan, kemudian aku tersenyum padanya
“ aku sedang tak mengizinkanmu untuk mengendarai motormu, untuk keselamatanmu sendiri, dengan tubuh yang bahkan tak mampu menompang tubuhnya sendiri yang benar saja .... kamu ??? mau mati konyol ??? ” seruku, seakan ingin membuatnya terdiam dan memikirkan kondisinya saat ini
Ia masih diam bahkan langkah yang ia tahan kini ia mengikuti langkah ku lagi. Sepertinya ia telah memutuskan hal yang baik untuk tubuhnya kali ini.
 ku bukakan pintu mobil, ku dudukkan dan ia sekejap menutup matanya, aku tau ia sedang mengontrol diri dari rasa takut dan trauma psikis yang menderanya, rasanya ingin ku peluk ia, dan mengatakan apa yang sedang ia rasakan . aku duduk disebelahnya. Aku terus melihatnya, bahkan pandanganku tak terkecoh sama sekali dengan yang lain.
 dia membuka matanya perlahan menatapku bingung, dan kemudian air matanya mulai mengalir membasahi wajah itu, aku dengan refleks mendekapnya, menghangatkan kembali hatinya
“ ku mohon jangan menangis ... ??? tenangkan hatimu ??”dalam dekapku aku merasakan detak jantungnya berdetak lebih cepat, nafas yang seperti pemburu, aku merasakan air mata yang mulai berjatuhan , segurat rasa sedih yang tak bisa ditahan . membuatku tak bisa melepasnya, aku ingin berada disisinya, selamanya.
“ sekarang keluarkan semua marahmu, takutmu ... ??” seruku , ku peluk ia masih dengan tangisanya, ia yang ku rengkuh masih terasa ada sebuah guratan ketakuttan yang belum ia bisa lupakan
“ tumpahkan semua nya... aku akan terus disini bersamamu, jangan takut ... !!! “
Sesampainya didepan rumah dengan nuansa tradisional banget, aku membantunya turun dari mobil dan menompangnya masuk, gadis itu hanya bisa mengikuti langkahku pergi.
Ku ketuk pintu rumahnya sedikit bertenaga, tapi, tak ada sahuttan dari dalam rumah, tapi, tak lama sebuah suara sedikit mengejutkan ku
Minna yang hampir tak sadarkan diri karena terlalu lemas untuk menompang dirinya sendiri, karena aku yang ingin membenarkan posisi tubuh minna membuat sesorang jadi salah paham.
( adegan jatuh , terperosok )
“ Minna ... minna ... min kamu kenapa ???” seru ku agak panik, membuat minna sedikit membuka matanya perlahan ku lihat memang wajahnya yang pucat , bibirnya juga sudah mengering, membuatku tambah panik saja
Dari balik pintu ...
Kreeekkkk ... kreeekkkk....
Seorang pria setengah baya, melototiku dengan matanya yang besar, sedikit membuatku shock
“ hay ... kamu ngapain anak saya ... berbuat mesumnya ??? mau saya ambilin golok ... ???” seru si bapak membuatku kaget ( dibuat dramatis)
“ gak kok pak ... saya ini orang baik pak ... sueeer deh ... “





Aku yang sering mencuri semua pandangan demi mengabadikan dirimu dalam lensa kamera handphone. Dan apa kamu tau Photo2 itu membuatku semakin lama semakin merindukanmu, aku ingin kamu menjadi pemilik hatiku, bahkan photo2 itu tak sepenuhnya  menjadi penawar rinduku. Bagaimana aku mengobati hati yang terjangkit flu rindu ini. Aku ... aku sangat merindukanmu wahai wanitaku.
Semua pekerjaan yang harusnya ku kerjakan jadi terbengkalai karena terlalu merindukanmu. Aku ingin menemui wahai wanitaku. Dengan wajah lesuku, aku berniat menemuinya dirumah. Tapi, anganku lagi tak jadi, akibat sikarung beras yang bikin gue kesel
“ napa loe galau pak ... ???” seru juna padaku yang sedang bermalasan meski dengan setumpuk dokumen yang nampang didepan mata
“ gak usah pake tanya segala ... udah tau juga ???  
 “ yaellah ... apa loe bilang galau ... ??? sejak kapan ??? “ ejek juna padaku
“ gak usah pake nanya ... ??”
Juna hanya tertawa melihatku yang kacau balau begini.
“ sudah sana ... temui dari pada galau ... mules gue lihatnya “
“ sial ... ( gerutuku)”
Dengan semangat ku yang membara ku segera out dari rumah sakit rencananya pengen ketemu si dia sebelumnya aku mengirim sebuah pesan bertanya padanya untuk mengkonfirmasi posisinya.  beberapa menit kemudian aku sampai di sebuah gedung kampus, ku perhatikan beberapa mahasiswi yang ada , sempat menunggu lama, mataku menangkap bayangan wanita itu.
“ oo my god  ... itu dia” ku lihat ia keluar dari gedung itu, bergurau manis pada teman – temannya, membuatku semakin punya kesan yang baik untuknya. Tapi, seketika kebahagianku meredup saat dia menaiki sebuah motor lumayan sporty, dengan seorang pria yang tak ku ketahui wajahnya ( pake helm). Aku hanya mampu mendengus kesal siapa dia  hatiku seakan memberontak.
Setelah itu keduanya pergi, aku mengikutinya dari belakang aku terus mendengus sebal seharusnya aku tak memakai mobil hari ini. Jam – jam segini jakarta pasti lagi macet – macetnya gimana aku membututinya
“ akhhh aku makin gila kalo kayak gini ???” aku mengoyak rambutku kesal, dan benar saja aku kehilangan jejaknya.

@@@@@@ - Minna-  @@@@@@
Udara sore yang membuatku makin mngantuk saja, dan hari ini aku pulang dengan diantar oleh teman sekelasku, karena tadi pagi dia juga yang mengantarku , sebenarnya agAk bingung tapi, apa boleh buat gak baik kan menolak niat baik orang kan, sejak beberapa menit yang lalu,  ada banyak pesan yang mengganggu ketentraman hidupku, diantara semua itu sebuah pesan membuatku tersipu malu. Sebuah pesan dari someone yang udah buat hatiku meleleh . pengen bales tapi, ternyata pulsa ku sedang limited jadi Cuma bisa ku liatin ajha tu pesan. ( maaf ya)
“ minn ... ayo pulang ??” seru Krisna padaku
“ oooam ... ya “
Krisna adalah teman sekelas ku, dia baik dan juga sangat pengertian .
Setelah keluar kelas dan menuju parkiran, aku dari kejauhan menangkap sebuah bayangan mobil dan si pengemudi yang ku kenal. Tapi, karena takut salah jadi aku Cuma bisa diam tanpa banyak berkomentar.
Aku tau dia mengikutiku, karena jalan yang super macet sore itu, sepertinya dia kehilangan jejakku, aku sedikit frustasi, dengan kondisi ini, andai yang sedang bersamaku adalah dia dan bukannya krisna mungkin aku akan sangat berbangga hati.
&&&&&&&&&&
@night
Apa dia gak ngeh kalo tiap aku sms nanya kabar itu2 adalah bentuk perhatianku, tapi, kenapa sih dia gak pernah ngerespon balik bikin aku makin muak dengan perasaanku aja, sadar diri dong masa gak paham juga kalo aku ini udah kasih kode kayak gitu.
Dari pada harus melupakanmu, seharusnya sejak awal aku tak pernah mencoba mengenalmu
[ para sahabat readers bantuin napa cara nya ngebuat dia paham kalo ada orang disini yang suka ama dia]

************
Malam Minggu pukul 20.55 wib
Lagi – lagi hanya menghelah nafas panjang, sedang malasnya aku menikmati malam minggu yang sangat membosankan , ku habiskan hanya dengan nongkrong didepan tv ngliat sinetron yang gak jelas dan bikin kepala pusing karena ceritanya yang muter2 kayak gasingan apalagi lagi ngetrend ama sinetron yang serba mewek [ sinetron cengeng ], didepan tv yang tambah bikin galau , bikin eneg sama sinetron indo yang makin gak jelas.
[  isi otak penulis
Sana coba kamu  yang nulis skenarionya
“ emang jadi jelas “ tanya penulis
“ iya gak lah !! nulis status hubungan ku ama dia  aja gak bisa, apalagi nulis kayak begituan .. kayak gak punya kerjaan lain aja  “jawab ketus bima
“ sial kamu “ penulis langsung keluar tanduk ini
“lari ” jangan terlalu tegang bacanya rileks mba & mas bro ]
Apalagi dimana – mana heboh pada mau nonton boyband yang gak jelas, maraknya musisi luar yang mondar – mandir kejakarta. Mereka mang gak bisa mencintai produk dalam negeri . semuanya suka yang bermerk luar, kalo punya barang brandit berarti orang itu ok punya, yang benar aja ....
Juna yang dari tadi nongkrong manis dikamarnya, membuatku kesal, dan si mbok juga lagi gak ada dirumah udah beberapa hari ini, si mbok pulang kampung ke solo, karena anaknya yang kedua  mas jarot mau kawin (married)
[ cieee ... galau ]
Jadi tambah sepi deh , terus perut yang dari tadi diam sekarang ikuttan bersuara, tambah bikin jengkel aja, mana dikulkas bahan makanan dan sayuran pada abis semua tambah sempurna ini idup, perut lagi gak bisa dikontrol  ( emang mobil control, jangankan perut , hati aja gak bisa dikontrol untuk tak mencintaimu)
[ isi otak penulis : mulesssss]
Akhirnya aku berdiri dan mematikan tv dengan sejumlah acara yang gak jelas, dengan mengambil kunci motor yang ada di atas meja dan memakai jacket kulit kebanggan ku , setelah siap dengan sepatu snikkers , ada juna yang melihatku keluar dari kamarnya dengan membawa gelas kosong
“ ahemmm ... mau kemana bro ??” serunya saat melihatku
“ cari makan ?? napa ?? ikutkah ??” tanya ku padanya
“ kagak .. gue udah kenyang ...kirain mau malam mingguan ama si dia ???” ujar juna terlalu jujur
“ hhhmmmmm ... “ desah bima bingung
“gak apa apa .... ooo ya  loe mau beli makanan dimana ??” tanya juna lagi
“ didepan kompleks .. ? kenapa ??”
“ kagak ...  napa2  ??” ucapnya sambil meneguk air,
“ oo .. ya udah .. jaga rumahnya “ ujarku langsung membawa helm sporty hitam favoritku
“ jaga rumah ... ?? loe kira gue cuckhi “
Aku hanya tertawa kecil mendengar jawaban nya , dan berlalu begitu saja, sasaran utamaku adalah dagang makanan  kaki lima didepan kompleks, cari yang cepet ... & pastinya murah, maklum anak kuliahan harus irit pengeluaraan .
Setelah perjalanan 20minute aku segera memparkirkan motorku disalah satu restoran kaki lima langgananku namanya bu yuni, makanan nya emang T.O.P bgt
“ wiuh rame ... “ seruku pelan , saat melihat warung bu yuni dipenuhi banyak pelanggan
Aku langsung masuk kedalam kedai itu, dan saat melihat bu yuni aku langsung mengangguk pelan
“ hallo bu .. “ sapaku padanya , dengan celemek buluk itu aku menyapanya, wanita yang masih kuat berjalan dan sangat pekerja keras itu, walau usianya sudah tak lagi bisa dikatakan muda
“ mas bima ?? udah lama lo gak kesini ??” omelnya padaku dgn logat jawanya, aku hanya membalasnya dengan senyuman
“ iya .. ni bu sibuk kuliah dan kerja .. “
“ oo .. kirain lupa sama ibu .. “
“ iya .. gak lah bu “
“ mau pesen apa mas .. “ tanya padaku
“ hm .. lagi pengen yang anget2 ni bu “
“ ada bakso, soto, aneka mie kuah , atau tomyame “
“ tomyame pedas satu sama teh hangat & sebotol air putih “ pesanku pada ibu yuni, ia langsung menyuruh anaknya untuk menyiapkan makanan yang sedang ku pesan
Sedang menunggu makanan ku , aku tak sengaja bertemu dengannya , gadis itu bersama seorang gadis seusia dengan adikku rara , ya .. minna  ternyata bersama adiknya shabilla /sabil dan kali ini aku gak modus sebuah kebetulan kok ...
******** *********
Seperti mimpi yang menjadi nyata
“ oohh .. hallo kak ??” sapanya saat aku sedang asik dengan game di ponselku
Aku yang tau bahwa itu dia hanya tertegun seperti itu sebuah mimpi yang sangat menyenangkan ( bukan mimpi kok )
“ hallo ... bersama siapa ??” tanya ku , gadis itu lagi2 hanya mengenakan pakaian sederhana tapi , kenapa sangat manis nya
“ bersama adik ku ... “ ia menunjuk ke arah seorang gadis dengan baju serupa tapi, tak sama
“ adikmu .. ?? “
“ iya .. “
“ gabung disini aja “ usulku padanya, dan ia juga menyetujuinya.  setelah itu kami bertiga mengobrol santai sambil bergurau , dan berbagi kisah tentangnya, aku juga makin memahami nya . semakin lama semakin menyukainya. Tepat pukul 22.00 wib
“ kk udah malam ini .. ?? kita pulang duluanya .. ???” seru gadis yang ada didepanku dengan terus mengintip jarum jam tangan berwarna sky blue.
Aku hanya mampu menghelah nafas , hati mulai menyadari bahwa ini sudah terlalu melampaui batas. Aku harus menyudahi nya, dan melepaskan setidaknya aku sudah menghilangkan rasa rinduku yang selama ini ku tutupi dengan sangat rapi.
“ oo ... ya sampai jumpa  !! hati .. hati ya “ pesanku sebenarnya dia apa gak ngerasaain kalo aku ini sangat perhatian ama dia
 “ dasar menyebalkan “
***********************
Setibanya dirumah , suasana sepi melanda relung hati menjadi alasan kenapa kamu begitu sangat menarik hatiku. Karena kamu yang pertama kali bersikap begitu tak wajar padaku, membuat hatiku tak mendengarkan perintahku dan melanggar semua keinginanku untuk melupakanmu.
Aku yang sudah mulai mengantuk dan ingin langsung merebahkan rasa kantukku. Kuharap kamu menemuiku lagi didunia mimpi. Tuhan aku ingin dia yang menjadi jodohku kelak . aku hanya pinta dia yang menjadi kekasih hatiku. Bahkan ku harap bintang dan bulan malam ini bisa mengatakan bahwa aku benar serius kepadanya.
[ curhatan sang pujangga kesepian ]
Ku buka pintu kamar, dengan perlahan aku langkahkan kaki ku letakkan jaket ku di kursi dan melemparkan tubuh ku keranjang kasur yang empuk. Dan perlahan menutup mata, malam ini adalah malam yang tak terduga.
“ kamu jodohku .. “ seruku pelan sebelum terlelap tidur
Keesokkan harinya aku terbangun dari tidurku, membuka kedua mataku perlahan , aku terduduk dan menyenderkan tubuhku.  Terdengar suara juna yang membuatku cepat bergegas meninggalkan kamarku , menuju tempat juna yang mulai mengoceh
“ eh ..  mau kemana ??” tanya ku pada juna yang keliatan sibuk dengan beberapa kopernya
“ lo lupa .. “ seru kesal juna sambil memperlihatkan matanya yang besar, aku yang  melihat nya hanya mampu terbengong. Sebenarnya apa yang dia maksud, udah tau kalo pagi gini otakku gak connect masih aja main teka – teki
“ langsung ke inti .. lagi gak konnek .. ??” tanya ku putus asa, setelah itu juna hanya tersenyum dangkal yang membuatku tambah kesal
“ ah .. ribet ngomong sama loe, yang pasti gue dapat tiket seminar ke surabaya “
“ SURABAYA .... ??? berapa lama .. ?? kenapa gak ajakin aku sih .. ??” ocehku pada juna, sedangkan juna kembali memamerkan sederet giginya yang gak putih banget  ( pamer)
“ sorry udah ntar gue balik lagi kok, lagipula lusa ada ujian , gak mungkin aku melupakannya begitu saja”
[ ala drama tv yg gak jelas  : tunggu aku .. jika kamu ingin menungguku  tapi, jika seorang datang padamu dan membuatmu lupa padaku maka kamu harus melupakanku .. dan jangan pernah mengharapkan kedatangan ku .. karena kau sudah cukup bahagia dengan melihatmu bahagia >  cuplikan salah satu sinetron indo yang peragain juna .. ( ngakak .. aja deh ) ]
“ hsst ... sana pergi !!! gue gak butuh belas kasihan loe ( ala drama lagi .. dasar dua pria muda yang gila .. mohon dimaklumi ya pembaca ) out dari sini “
[ otak penulis lagi gesrek .. mohon dimaklumi ]
********************
Ada hati yang menggerutu karena cintanya takut dimiliki yang lain. Akibat rasa rindu yang mulai memuncak, sedang yang dilihat dia bersama orang lain, dan sepertinya aku memiliki saingan yang tak bisa dianggap remeh. Kekasih hati yang ingin ku lindungi dan memberi taukan padanya bahwa seorang disini tak mampu menghirup nafasnya bebas , jika dia yang berada di hati tak ada dihadapannya, jika pun bisa menghirup nafas itu pun bisa karena bersusah payah , untuk bisa menarik nya.
Angin yang menghempas rasa rinduku semena – mena tanpa rasa kasihan , dia yang berada dihatiku, tak bisa ku hapuskan bayangnya dari memori otakku yang kecil. Semua ingatan hanya tentang dia, bagaimana kamu yang ada dalam hati mempertanggung jawabkan nya.
Kaki yang dulu sebelum mengenalmu, berlari kuat dan sangat kuat sekarang menjadi sangat lambat, karena kamu tak berada disisi, aku hanya terus memikirkan hal aneh
Dulu mata yang kuat menahan kantuk, sekarang tak mampu dan rasanya ingin tertidur segera agar bisa melihat mu dalam mimpiku, dulu tangan yang tak mampu menulis tapi, kini tangan itu lebih aktif untuk menulis nama mu dalam setiap ambisi ku. Ku harap setiap pagi & waktu ku bisa melihatmu tidur nyeyak dalam pelukku, bisa terus menghirup aroma tubuhmu, bisa terus menyapamu dalam pelukku, dan bisa melakukan segala hal bersamamu.
Itu harapanku, pagi yang seperti ini sangatlah menyedihkan , rumah yang biasanya sangat rame dan riuh kini menjadi biasa, dan sangat biasa, aku hanya bisa melihat mu dari kejauhan .. dan aku tak tau bagaimana caranya ku mendekapmu saat kamu menangis, bagaimana caranya aku menarikmu saat kamu terjatuh atau terinjak, aku tak tau bagaimana caranya ...
Aku ingin bertanya pada allah
“ allah ... benarkah dia jodohku ??? gadis itu, gadis yang ingin ku temui ... benarkah dia jodohku ??? “
Kenapa ?? jika dia bukan untukku kenapa engkau ( allah swt) mempermainkan hatiku, kenapa engkau terus membuatku berharap banyak , jika seperti ini akhirnya aku tak inginkan bertemu dengannya. Aku tak berharap untuk bersamanya dan menghabiskan setiap waktu untuknya. Seharusnya aku tak berharap banyak.
Tapi, jika dia jodohku, aku harus memperjuangkannya sampai akhir. Jodoh atau bukan jodohku, dia harus ku perjuangkan sampai akhir, karena dia yang terlebih dahulu mencuri perhatianku, dan semua ambisi ku.
“ Benar .. aku harus bilang kalo sebenernya aku suka banget sama dia .. aku harus menghilangkan egoku kalo gak mau dia ambil orang ... “
“ ok ..” lanjutku dalam hembusan nafas
Aku langsung jadi semangat , langsung otw kamar mandi .. dan berubah jadi cowok yang cool (cas) , semangat 45 buat dia jatuh hati padaku , sebelum pergi kerumahnya aku ingin tau lokasi keberadaanya ...
Sebuah jawaban dari pertanyaanku, aku ingin dia melihat ku , aku ingin buat dia jatuh cinta padaku, bukan sekedar rasa suka pada kakak atau sekedar teman biasa, aku ingin lebih dari ini. sebuah kisah yang hebat antara aku & kamu , aku ingin suatu saat dapat menceritakannya ,  pada anak cucu kita bahwa kamu adalah hadiah terbaik yang tuhan kasih untukku.
Aku akan berjanji pada diriku, bahwa aku akan membuatmu jatuh hati padaku, jika itu tak berhasil , aku akan mengatakan perasaanku, walau aku mungkin akan tau bahwa hatiku mungkin akan terluka pada akhirnya.
[ sudah berhari – hari ia selalu berangkat lebih pagi dari biasanya, dan pulang lebih malam juga dari biasanya, mungkin dia ... ]

******************
Aku yang sedari tadi resah karenamu, mencari semua tentangmu, bahkan menjadi gila setiap kali tak dapat menemukkan mu, pada akhirnya meminta seorang membantuku mencari apa yang kamu sukai, seorang gadis dengan kacamata cokelat , setumpuk buku diatas meja  dan secangkir lemon ice . dia sangat manis bukan .. tapi, itu bukan dia, bukan dia yang ada di hatiku . Aku berjalan lambat dengan langkah yang besar dengan jubah putih yang ku sampir di atas ransel dengan beberapa buku yang lumayan tebel.
“ hay ... tarra !!!” serruku padanya
Gadis itu menoleh dan tersenyum padaku, dengan sebuah lesung pipi yang ku temukan dibalik segurat kelelahannya.
“ hy .. kk !!”
“ hem nunggu lama .. ?? maaf ya ??”
“ gak kok kk .. lumayan ( menggelengkan kepala )”
  maaf ya .. menggangu harimu??”
“ gak apa2 kok .. ?? demi perjuangan cinta , apa sih yang gak untuk cinta                    ( cieeee)”
“ ahk ... yang bener ajha , gak juga kok .. terus apa aja yang kamu tau tentang dia ??”
“ y semuanyalah aku kan udah sahabatan ama dia lama banget kk , aoww ... ( gak tahan pengen tau  )”
Setelah perbincangan yang panjang, aku mengetahui apa pun yang dia suka dan tak disukanya, gadis itu sangat mengagumkan . aku pasti akan membahagiakannya , untuk seumur hidupku bahkan rela ku beri padanya.
“ cantik ... aku menyukaimu , untuk seumur hidupmu , ku pastikan segala nya untuk kebahagianmu cantik “
Aku berjalan diantara lorong – lorong sepi, hanya terlihat beberapa mahasiswi/a yang berlalu lalang, pikirku melayang tentang cerita tarra, tadi beberapa jam yang lalu
“ minna .. menyukai semua hal yang bersifat manis, apa adanya, dan sesuatu yang suprise “
“ dan dia juga suka bunga tulip dan mawar putih” seru tarra
Kalimat – kalimat yang diutarakan tarra terus terngiang2 di pikirku, bahkan aku tak sungkan lagi untuk meminta bantuan tarra agar mencomblangiku dengannya. Kalimat gila mungkin yang pantas menggambarkan perasaan ku saat ini. bahkan dengan berjalannya waktu aku, tak lagi malu dan menurunkan seluruh keegoan ku untuk bertanya pada juna walau ia terus mentertawakan ku. Tapi, demi dia aku rela melakukan apapun yang bisa ku anggap itu bukan aku banget.
Setelah beberapa bulan melakukan pendekatan dengannya, semakin dipahami dan semakin dimengerti, ternyata sejak awal aku sudah mengenal gadis itu tanpa sengaja. Dengan chat yang kami lakukan secara tak sengaja.
Bulan ramadhan tahun 2015 masih kurang dari sebulan . tapi, aku mulai sibuk untuk mempersiapkan banyak hal, bukan karena ada ujian praktek atau karena harus menangani beberapa kasus dibangsal rumah sakit . tapi, mempersiapkan sesuatu yang amazing.
“ gadis .. itu ??? ingin ku miliki sepenuhnya??” batinku pelan , sedang asik2nya ngelamun datang tamu tak diundang dikamarku, menurutmu siapa kalo bukan karung beras ... ooops bercanda
“ ngelamun aja loe ... kagak bosen loe!!!”
“ akhhh... ( muka kaget) apa sih loe?? Kalo masuk kamar orang itu ketuk pintu dulu napa ?? gak punya etika kah??” omelku pada juna
“ enak aja loe bilang kupret (kutu kampret/ ejekkan nakal) udah gue ketok tu pintu ampe tanganku cape !!! ini2 yang bikin gue kesel kalo loe lagi kena sindrom cinta akut “ oceh balik juna padaku, kemudian dia duduk di kursi deket jendela
“ akkhhh ... kok gue gak denger loe ketok pintu??” tanyaku bodoh
“ hsst ... sudah ku bilang ini kena sindrom cinta akut ???” omong juna menyolot
“ hhaahha ... sindrom cinta??? Siapa??” tanyaku mengalihkan wajah ku
“ gak usah sok gak tau deh ... kapan kamu bertindak ini udah lebih dari setahun, tapi, gak ada perubahan yang berarti “ oceh juna lagi
“ hsst .. ak usah sok ajarin gue” raut wajah bima terlihat makin kacau
“ sini .. kapan sih loe mau nembak .. sini ntar gue bantuin ??” ajak juna
“ gak tau..??” jawabku seadanya
“ kampret ... “
Setelah memikirkan hal itu, tepat seminggu sebelum bulan ramadhan aku dibantu oleh juna dan tarra. Aku memberanikan diriku dan mempersiapkan segalanya untuk menyetakan hatiku untuknya. Aku ingin bersamanya.
[ apa kalian tau ... sebenernya aku bingung dan gugupnya luar biasa, melebihi gugupku saat pertama kali melakukan operasi, atau pertama kali melakukan kesalahan,dan pertama kali lainnya.. ini tak pernah kuduga sebelumnya... sangat menarik, apakah begini rasanya kalo mau nyatakan cinta... sangat luar biasa _ isi hati bima]
Dengan sejumlah persiapan, bahkan kali ini dia sedang ada magang dirumah sakit. Aku sudah mempersiapkan hatiku jika dia menolakku, bahkan tak ingin bersamaku sebagai teman atau kakak.
Hatiku sudah ku persiapkan untuk semua kemungkinan, rasa percaya diri ku bahkan tak bisa ku lunturkan begitu saja. Aku mencintaimu untuk seluruh hidupku, beruntungnya si dia, sedang ada shift masuk pagi. Semua sudah direncanakan bahkan tarra dan juna bekerja keras demi hubungan ini, (aku cukup gila untuk ini semua kan)
[ pernyataan cinta]
@@@@@@@@@@@@@@@
Pagi 08.30 wita
Wajah ku sembab karena kurang tidur, mataku juga udah kayak panda . waktuku semalaman hanya ku habiskanuntuk tidur, dan gak untuk mengerjakan tugas dari dosen yang kayak ya gak bakal  selesai2 . bahkan jam weker yang sudah ku persiapkan tak ada artinya ditelingaku. Hari ini aku benar2 sangat lelah,ingin rasanya tertidur lelap seharian.
Aku terbangun memposisikan tubuhku untuk bersandar mengumpulkan nyawa – nyawa yang bergentayangan, menghelah nafas ku perlahan, saat itu aku mencium wangi makanan yang sangat lezat.
“ hm ... wangi apa ini??” tanya ku perlahan, sembari bergegas dari tempat tidur, segera menuju dapur, ku lihat sesosok wanita muda sedang mempersiapkan makanan terlebih aku hanya bengong seperti orang kehilangan kesadaran .
“ siapa tu ... itu bukan si mbok ???”
Wanita muda itu berbalik menatapku dan mendengus kesal
“ kenapa baru bangun .... ???” tanyanya kesal
Aku masih bingung, dengan apa yang di katakannya, bukankah itu minna, tapi, bagaimana bisa dia disini dengan santainya.
Aku menatap sekeliling ku lihat beberapa foto terpajang disepanjang dinding rumah, tapi, sebuah foto membuatku tersadar weeding foto, bahwa yang semalam itu adalah sebuah mimpi panjang tentang perjalanan kita .
“ kenapa bengong disitu yah  ??” tanyanya , membuatku kaget setengah mati, dia yang berada di depan mata , bukankah itu minna, bagaimana mungkin dia ada disini ?? apa ini mimpi, aku masih berdiri tanpa bisa ngomong apa2, apa kepalaku terbentur atau kayak apa
“ yah ... ??” batinku bingung
“ kenapa ?? kok kamu kaget begitu, ini dampaknya tidur sebelum magrib ?? jangan di ulangi lagi ya ayah .. “
“ hah ... ayah ??? maksudnya apa sih ?? “
Masih dengan kebingungan aku , sebuah tangisan membangunkan ku dari lamunan
“ oek .. oek .. oek .. ( suara tangisan bayi)”
Minna wanita yang masih membuatku bingung itu langsung mematikan kompor dan berlari melewatiku, menuju sebuah ruangan dan ku ikuti dari belakang, sebuah ruangan dengan background lucu dan colorfull , ku lihat di dua balita menangis didalam box
Pertanyaan ku siapa itu??
“ ayah .. kenapa bengong di situ ?? sini bantuin gendong ??”
“ apa ??” tanya ku bingung
“ ayah kenapa habis bangun tidur kayak lupa ingatan gitu ??”
“ oo hhh ... aku mau tanya tanggal berapa sekarang “
“ ayah .. kenapa sih ??”
Minna tersenyum sambil menggendong salah satu balita permpuan
“jadi yang semalam itu mimpi ???” batinku pelan , dan tersenyum penuh kemenangan
“ ayah .. kenapa lagi ?? kok senyum begitu ??”
“ memang gak boleh bun .. “
“ iya udah sekarang ayah tolong mandikan kk Tarra nya ( anak laki – laki), biar bunda yang mandiin kk Tiara ( anak perempuan )”
“ oohh ya bun .. “
Aku kembali ingat, jadi tadi malam itu aku bermimpi panjang dan sangat indah, beruntungnya aku mendapatkan mu, seperti mimpi saja . allah ku rasa kau adil untuk kisah hidupku. Jika ada kehidupan kedua aku hanya berharap bahwa ia tetap menjadi kekasih hidupku ( dunia & akherat ).memiliki si kembar yang lucu, menjadi penyemangat hidup kami berdua.
Setelah memandikan dan memberi makan sikembar, minna sedang asik dengan menindurkan sikembar didepan tv, dengan acara anak – anak yang lucu, membuat sikembar tertidur pulas di tempat tidurnya masing – masing. Aku duduk disampingnya, mencium harum tubuhnya dan menghelah nafas panjang, memastikkan ini bukan mimpi sesaat.
“ kenapa ???” tanya minna tanpa ragu
Aku menggenggam tangannya, dan berkata
“ bun... selamanya , sampai tua nanti kita harus seperti ini ... jangan pernah melepas genggaman ku ??” ajakku
“ iya .. ayah !! bunda gak  janji ??”
“ bunda ... hsst jangan kayak gitu dong”
“ insyallah ayah, udah gak kerasa 2thun kita berkeluarga”
“ iya rasanya baru kemarin aku menyukaimu ?? tapi tak pernah dikira sekarang sudah ada sikecil ??”  seruku pelan sambil melirik kearah dua balita yang tertidur pulas itu “ iya ... aku ingin hidup bahagia bersamamu .. ??” lanjutku
“ janjinya ...  awas kalo ayah ingkar janji, bunda jadiin ayam bakar ??”
“ huh .. enak itu ??? jadi pengen .. ??”
“ hsst .. ayah ??”
“ iya .. “
Mumpung ada kesempatan , sikecil lagi bobo, saat ia tak lagi menoleh kearah ku, aku spontan mencium pipi minna, sontak wanita itu menoleh dan mecubit perutku pelan, aku hanya merintih sakit
“ ayahhh ... “
“ apa sih bun ... “
“ cari kesempatan aja ayah ini ??”
“ iya .. gak apa – apa dong bun ... kan udah hallal”
“hssst ....  ayah ...ini  
“ apa lagi, apa mau buat adik buat sikembar ??” ledekku, sedangkan minna lagi – lagi mencubit perutku yang lumyan kekar ( cueeh)
“ hhssst .. ayah ini benar2 menyebalkan ??”
Aku memeluknya dan bersyukur atas apa yang terjadi padaku. Aku berharap bisa hidup bahagia dengan keluarga kecilku ini.

The end
percaya dengan apa yang kamu percaya, takdir mu ada disuatu tempat yang tak bisa kamu prediksi, yang bisa dilakukan hanya percaya”





Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI

“ ibu … “ By : dina desi cahyanti aku sendirian , jauh darimu &  pelukmu bahkan dari pandangan mu semua tak lagi sama seperti dulu bahkan aku sudah tak ingat lagi bagaimana harum  tubuhmu aku hanya dapat mengingat wajah itu dalam ingatan benar aku rindu padamu dan  aku benar – benar merindukkanmu ibu … tahukah dirimu aku rindu senyum yang dulu sering kau tunjukkan aku rindu dengan kasih sayangmu, rindu dengan peluk dan belai kasihmu kau tahu kau nafasku yang terus buatku ingin hidup bahkan disetiap langkah kaki ku, & setiap doaku tentangmu ibu … apa kau tahu juga aku … aku … yang sekarang  berada dijalan yang kau lalui dulu berada pada masa sulitmu, berada pada kisahmu yang dulu kau lalui dengan susah payah benar dengan susah payah kau keluar, dan aku juga sedang berusaha keluar dari sulitku aku akan berusaha untuk tak lagi menyakiti hati & maaf karena tak bisa pahami posisimu yang terkadang ...

HYMEN IMPERFORATA

SORRY !!! agak melenceng dari postingan sebelumnya, hanya ingin berbagi pengalaman saja . saat saya duduk dibangku kelas dua SMP , saya pernah didiagnosa memiliki penyakit ini awalnya malah dikira dokter mengidap sakit kista padahal saat itu usia saya belum genap 14 tahun. awal penyakit ini nyeri dibagian perut setiap bulan pasti sakit tapi tidak keluar darah seperti haid pada umumnya.  jadi buat sekedar berbagi informasi saja . Hymen Imperforata  adalah  hymen (selaput dara)  yang menutupi seluruh bagian introitus vagina sehingga tidak terdapat lubang vagina sama sekali. Biasanya pada wanita dengan  hymen imperforata  akan memiliki keluhan tidak keluar darah haid dan timbul nyeri di perut bagian bawah. Nyeri yang timbul pada perut bagian bawah ini biasanya datang secara periodic (setiap waktu haid). Darah haid yang tidak keluar pada  hymen imperforata  disebabkan karena lubang vagina nya tertutup oleh selaput hymen, sehingga darah ber...

PROFILE IZONE ( PRODUCE 48 )

IZ*ONE Members Profile: IZ*ONE Facts IZ*ONE (아이즈원) (アイズワン) Adalah  grup project dari season Produce 48 kerja sama MNET dengan AKB48 family yang ada dijepang. beranggotakan 12 member yang terdiri dari Jang wooyong, Miyawaki sakura, Choi Yena, Jo Yuri,  kwon Eunbi, Ahn Yujin, Nako Yabuki, Kang Hyewon, Honda Hitomi, Kim Chaewon, Kim Minjoo, dan Lee Chaeyeon. grup ini akan dikelola oleh Pledis Ent dan AKB48 , debut diawal bulan oktober. project 2.5 tahun.   Kwon Eunbi (Rank 7)   Birth Name: Kwon Eunbi (권은비) Probable Position: Leader, Main Dancer, Main Vocalist, Rapper Birthday: September 27th, 1995 Zodiac: Libra Height: 160 cm (5’3”) Weight: 46 kg (101 lbs) Blood Type: A Kwon Eunbi Facts: – Kwon Eunbi is under Woollim Entertainment. – She debuted in the group Ye-A in 2014 and left in 2015, her stage name was “Kazoo.” – Eunbi has a knack for discovering dessert restaurants. – Sometimes Eunbi has lisps of letter S – She enjoys running ...