“My 1st love with you “
By : dina desi cahyanti
(
cahyantidina.blogspot.com)
Cinta menyatukan perbedaan, kamu ,aku, dia & mereka dan semua orang , sesuatu yang berharga
membuat cinta lebih istimewa . cinta membuat seorang tak memperdulikannya meski
itu salah ia akan anggap itu benar.
Cinta tak pandang status social, seperti sihir yang bisa merubahmu dalam
sekejap, mungkin juga hanya dalam hitungan angka. Kau akan mendapatkan takdirmu
.
**********************************************
“ Cinta
seperti apa yang harus ku lindungi????” seru pelan seorang dari balik jendela,
seorang pria muda yang sedang menatap langit malam yang bertaburan bintang, diantara dinginnya malam ia hanya memikirkan
hal yang aneh saja, begitulah ia , namanya Bima ( fabima satrio/24thn/fak. Kedokteran umum angkatan
2010 universitas indonesia )
seorang pria yang selalu berharap bahwa ada
seorang diluar sana yang suatu saat dapat ia lindungi segenap jiwa raganya,
bima seorang pria yang suka mengkhayal, ia juga sangat gemar dalam permainan gitar dan mendengarkan
musik klasik. Bima seperti sebuah sihir,
ia terlihat begitu istimewa tapi entah kenapa ia terlihat begitu kesepian dan itu memebuatnya
semakin terlihat menyedihkan meski begitu ia seorang pria yang penuh dengan
kekuatan cinta .
“ rasanya sangat menyedihkan jika aku terus-
terussan begini, aku ingin bertanya pada takdir seperti … apa jodohku kelak,
apa seperti Jelo, atau Britney atau yang lebih sexy lagi
seperti jupe … ah tidak tidak , itu bukan type ku aku lebih suka type cewek kayak alysa
soebandono gitu atau asmirandah juga boleh … ya
itu baru aku suka “ seru bima dalam lamunannya, saat sedang sibuk dengan
lamunannya ia tak menyadari bahwa seseorang memasuki kamarnya. Seorang pemuda
seusianya sepertinya mereka saudara ..
( hanya menebak, penulisnya kan
kepo bgt)
“ hey … bengong saja, lagi mikirin tentang
jodohmu lagi … gak bosan apa ??” seru pemuda itu pada bima, bima langsung
terbangun dari illusinya dan menatap pemuda itu , wajah bima berubah secara
drastic, ia tak terlihat begitu senang ia kembali menatap
keluar jendela kamarnya.
“ kapan loe balik “ seru bima pada pemuda itu
“ hahaahaahaa … ya gue tau kalo gue ini emang
ngangenin “ ujarnya percaya diri
“ PD akut loe belum
sembuh ... sana out dari kamar gue, pusing ngeliat mukamu” ujar acuh bima pada
juna
Pemuda itu bernama Juna ( arjuna kharisma/25thn) ia baru saja tiba di jakarta setelah sekian
lama tinggal Surabaya , juna adalah sahabat bima sejak kecil. Juna sudah seperti kakak
bagiku.
“ hahahahha ... gue tau
loe kangen beratkan ama aku ??? jujur aja bim ??” ujar juna sambil memeluk bima
dari samping
“ hsssst ... lepas lepas,
gue masih doyan cewek “
“ yeee ... gue juga hssst
... “
@@@@@@@@@@@@@@
Udara kota Jakarta yang sumpek dan membuatku
ingin melarikan diri dari hiruk – pikuk gemerlap ibu kota yang membuatku
terlalu lelah , bahkan untuk menceritakan ulang lagi . ku hirup udara Jakarta
diantara celah jendela rumah, terdengar suara gemericik air yang keluar dari
shower hanya dengan rasa kantuk ku coba merenggangkan otot – otot diwajah dan
seluruh bagian tubuhku, rasanya benar – benar hidup.
One hours again ....
Aku mulai mempersiapkan kebutuhan ku, sebuah
ransel hitam dengan lambang 2 kelopak bunga
mawar putih tepat ditengah ransel hitam itu. ku ambil sepatu pantofel hitam diantara rak sepatu yang tersusun rapi disudut
kamarku.
“ mas bima sarapannya … “ seru seseorang
menyerukan namaku , suara wanita setengah baya sekitar 55thn usianya ia mbok
sri pembantu dirumahku yang sudah mengabdikan dirinya selama 15thn untuk
menjadi pembantu dirumah, orangnya baik, beliau sangat ku hormati sama seperti
mama ku yang sudah tiada, beliau sudah ku anggap mama ku sendiri. Aku benar –
benar menyanyanginya . dan panggilan kesukaanku untuk memanggilnya adalah ibu . “
iya … bu sebentar … “ jawabku sekenanya ku berlari kecil menuju ruang makan ku
lihat sederet makanan sudah tersedia di atas meja, kulihat juga juna sudah
dengan piringnya yang sangat penuh dengan makanan , aku
hanya tertawa kecil melihat sahabatku yang luar biasa rakusnya itu .
“ woi
.. dasar karung, dimana ada makanan disitu ada loe .. gini caranya sia – sia loe diet mati –
matian, cepat
bangkrut gini caranya kalo loe tinggal lama di rumah gue karung “ ledek bima pada juna , sedangkan juna hanya
tersenyum kesal
“sial ... tapi, setidaknya gue punya cewek, yang sayang gue apa
adanya kampret … gak kayak loe ngayal mulu bisanya .. “ ujar
juna penuh dengAn kemenangan
“ what
… cewek???? Jangan mimpi ??? siapa yang mau ama cowok karung kayak loe, apa itu mata ceweknya
lagi rusak, ngeliat buntelan kentut kayak loe dibilang perfect cuihh “ remeh
bima pada juna
“
ettttsss … kampret lo, loe pasti juga bakal ke sem – sem ama cewek gue … “ “ gak percaya ama omongan
loe karung ..” lanjut bima menantang.
Dilihatnya juna mengeluarkan handphonenya dan
menunjukkan beberapa gambar dirinya dengan seorang gadis manis, membuat bima
tak percaya , bahwa temannya benar memiliki pacar .
“ siapa ini …
eee bujung buneng manisnya ni cewek “ Tanya bima spontan memuji
“ pake Tanya lagi iniii ( menunjukkan dirinya
sendiri) cowok kece bin keren bin soleh
… “ ucap juna PD tingkat tinggi
“loetu cewek matanya
rusak!!!! whhheeesttt … SOLEH ??? gak yakin ama
yang satu itu ,nah masih kerenan gue kemana – mana “ ujar
bima gak mau kalah
“ kurang azarrr (dibuat lebay) apa gunanya keren kalo kagak laku .. “ ledek juna masih dengan
makanannya dalam mulut besarnya itu.
“ sial … bukan gak laku tapi belum ada
kesempatan” lanjut bima
“kesempatan apa ??
NYOPET” ledek juna pada bima
“ sial .... terus
siapa ini ??? “ Tanya bima lagi dengan penuh selidik pada juna
“ napa lo naksir .. ( memandangi wajah bima yang terlihat sangat
polos) sorry ya pak yang satu ini udah gue booking duluan “
“ yeeea pak saya kan Cuma
tanya ??”
“ gak mungkin ... udah
kebaca tau yang ada diotak loe “ ledek juna pada bima
Bima hanya mendengus
kesal kepada juna dan menikmati sarapan pagi buatan si mbokk .
“ emang keliatan “ ucap
bima bodoh
**********************
Setelah menghabiskan sarapan pagi, aku dan
juna bergegas berangkat kuliah , maklum calon dokter jadi harus jadi mahasiswa
rajin biar cepet lulus, dapat kerja and married ama seseorang yang benar –
benar membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama
. apa aku sudah terlalu banyak mengkhayal , mungkin seharusnya aku tak
mengambil kedokteran ataukah aku harus pindah jurusan dan mengambil sastra . ah
… gue emang kebanyakan lebay dibanding benernya .. kalo gini terus gimana
didepan pasien …
Aku juga sedang ada PKL dirumah sakit
terkemuka dijakarta maklum kan sudah ku bilang aku ini calon dokter (menyombongkan diri) .
saat ini aku sedang berada dirumah sakit, melayani pelayanan kesehatan untuk
masyarakat, mengabdikan diri untuk
Negara ini .
“ ya ampun berdiplomatis lagi … maaf ya
pembaca biar gak garing aja, kalo gak lucu ya harus
dilucu –lucuin “ ;’( ( isi otak penulis garing )
***********
“ jalan sangat lancar .. jadi bisa nyampe lebih cepet
dari perkiraan “
Setibanya diruangan ( gak
boleh sebut nama, belum ada sponsornya) aku dan juna bersiap siap
untuk mengecek pasien , hari ini tugas ku sedikit longgar , karena beberapa
pasien lama sudah pada pulang, kangen ama suasana nya terlebih pada pasien yang
sudah lama ku kenal.
Saat sedang bengong dan hanya ku luangkan
untuk membaca status pasien yang ada, juna mengagetkan ku …
“ napa mu … boring ??? makan yuk???” ajak juna
pada ku, aku hanya menatapnya malas,
“ malas akh … kantin jauh, mending aku ngecek
pasien aja … “ seru ku lemas
“ mana ada dokter lemes ngechek pasien .. udah
jam nya makan siang juga kan … ???” ujar juna beritauku
Ternyata tak terasa jarum jam sudah menunjukkan angka 12 tepat. Dengan
malas aku menuruti ajakan juna. Setibanya dikantin rumah sakit, kami memesan
2mangkok bakso dan lemon ice. Mencoba membuka pembicaraan untuk menghilangkan
keheningan .
“ kenapa ??? biasanya lo besuara paling
kenceng kayak ibu2 arisan … ni kok sepi, aki (batre) lo rusak ( ejek juna dengan menunjuk kewajah
bima dengan garpu ) hah … “ ujar juna padaku
“sial … gak tau kenapa lagi gak semangat ni …
“ seruku pelan ( suara lemes)
“ sssstttssth lebay … so drama loe , kebanyakkan nonton drama
korea sih ?? ” seru juna lagi padaku, aku hanya membalas
dengan tatapan muak ..
Pikiran ku terbang melayang menembus cakrawala
dunia . memikirkan siapa kah jodohku aku hanya ingin
berbagi rasa tentang semua yang ku lakukan . berbagi cerita setelah ditinggal
mama untuk selamanya , dan adik perempuan ku rara (khaira annisa
fabilla/15thn) yang sekarang
tinggal dirumah nenek dibandung , seakan dunia yang ku huni sangat menyedihkan
… (
huffft ... )
********
Semua ku lalui hari seperti biasa tanpa ada
seorang yang mengusik ,jika ada itu pasti juna si karung beras. saat sedang
bosan aku hanya memainkan keypad handphone ku , dan membuka akun social ku chat
yang sudah lama ku tinggalkan .
Sedikit terhibur dengan
membuka sosmed , untuk sejenak refreshing. lelah
bermain didunia chat aku putuskan untuk menutupnya dan kembali focus pada dunia nyata ya tugasku sebagai dokter, saat sedang melamun
juna mengawasi ku dari tadi mengagetkan ku ..
“ visit
dokter … buru ada dr. maya entar kena
marah baru tau rasa … ???” seru juna beri tauku
“ iyaaaa … lagi gak mood nie “ seruku lemas .
“ buruan .. loe
kebanyakan alasan “ seru juna menarik tanganku, jadi terpaksa mengikutinya dari
belakang .
setelah ikut visit
dokter maya, segera aku keluar dari ruangan dan
menanggalkan jas putih yang sedari tadi ku kenakan, dan keluar untuk mencari
udara segar. Saat berjalan – jalan di lorong – lorong rumah sakit, saat sedang
asik menikmati suasana rumah sakit kedua mataku tak sengaja menangkap sesosok
yang buatku terpana, benar – benar manis
[ deg … dag … dig … dug … ] jantungku terasa
gak karuan , benar – benar gak terkontrol lagi
“ astaga … ada apa ini ??? kenapa jantungku jadi
begini … “ batinku pelan , sambil menekan area jantung , sedangkan diseberang
sana …
Seorang gadis sedang berjalan mengarah ke arah
tempat bima berdiri sekarang ini. Anggunnya ia berjalan , saat ia dengan
terburu – buru berjalan seseorang memanggil namanya, seketika ia menoleh dengan
sigap ia hanya menunjukkan wajah kesalnya …
“ Tunggu ??? “ seru seorang gadis seusianya ,
sedangkan gadis si empunya nama hanya mendengus kesal
“ apaa “
gerutunya kesal
“ok … sekarang aku siap lomba lari … 1 2 3
go lari “ perintah sabil ( sabhilla /15thn) pada kakaknya
& mereka bersiap –siap mengambil jarak dan keduanya berlari …
Saat sedang berlari gadis yang tak diketahui namanya itu tak sengaja menabrak bima , ia tak sengaja menbrak bahu bima ,
spontan ia langsung meminta maaf
“ awwwwwwh … ma … ma … maaf [ terbata2] maaf
saya tidak sengaja “ serunya sambil menundukkan tubuhnya kearahku sedangkan bima hanya terbengong saja menatap gadis manis itu dengan
hijab merah mudanya.
“ hey … aku menang … ??” seru sabil dari kejauhan
, sedangkan gadis itu hanya mendengus kesal pada sabil , ia kembali menatap ku,
aku benar2 hanya mampu terbengong tanpa tau harus bersikap apa padanya .
“ tak apa … aku baik2 saja , tadi aku juga gak
hati2 , santai saja … “ jawab bima canggung
“ kalau
begitu saya permisi .. sekali lagi saya minta maaf … “ Setelah pertemuan itu bima jadi sering
memikirkan gadis yang tak ia ketahui
namanya itu, ia jadi suka melamun tanpa sebab.
****- minna-*******
Udara siang yang luar
biasa panasnya, membuatku sedikit kesal. Hari ini aku pergi menjenguk ayah
dirumah sakit, sebenarnya jika disuruh memilih , aku lebih baik tidur dirumah
dan bersantai dibanding pergi kesini. Hubunganku dengannya tak begitu baik, tak
selayaknya seperti ayah dan anak pada umumnya.
Namaku islaminna pasha,
seorang mahasiswi di salah satu akademik keperawatan di jakarta. Status jomblo
akut. Masih magang tugas di salah satu rumah sakit ternama dijakarta. Hari ini
ada waktu kosong, aku dan adikku shabil akan pergi menjenguk ayah yang sedang
dirawat ditempatku magang. Pergi dengan adik perempuan ku yang amat
menyebalkan, shabil tapi, biasanya ku plesetkan jadi sapi. Dengan berjalanku
yang sudah malas membuat langkah kaki semakin malas untuk digerakan. Tiba –
tiba
“ mba ... (sebuttan kk
perempuan) lomba lari yuk??? Biar cepet nyampe??” seru shabil dalam raut
malasku, aku hanya menggeleng lemas
“ hm ... ( memajukkan
bibirnya kedepan membuat wajahnya sok imut) ayolah ... ???”
“ hah ... malas akh ???”
jawabku sekenanya
“ pokonya dalam hitungan
ke 3 lari” perintah shabil seenaknya
“terserah ... “
“ 1 .... 2..... 3... lari
“
Padahal sudah ku bilang gak
mau, tetap aja maksa, akhirnya ikut lari juga, gara – gara lari itulah, aku
bertemu someone terus jadi ada something, kayak di drama – drama yang aku
tonton gitu, ada acara tabrakan terus pandang – pandangan . aseek lah.
“ ganteng banget ... (
untung air liur ku gak keluar)”
“sumpah ganteng banget
padahal Cuma pake kemeja doang dengan celena biasa gitu, mukanya bikin meleleh”
Karena aku takut dia
menangkap wajahku yang memerah, aku bangun dari jatuhku dan segera melarikan
diri dari hadapannya.
******************
Dua hari setelah pertemuan itu
Sore tak terasa menyapa , lelahku sudah tak
bisa di ekspresikan lagi bahkan dengan raut wajah yang berantakan sekalipun,
uap nafas ku terus saja mempermainkan rasa kantuk yang
mulai mendera, mataku mulai memerah dan berair, mungkin sebuah pertanda aku
harus pulang dan mengistirahatkan tubuh ku yang mulai kacau balau.
Ku harap tak ada yang menyadarinya, ku yang mulai lelah berdiri sepanjang
hari dan memutar otakku dari beberapa dokumen pasien hari ini, menyenderkan
tubuh pada tepi meja , ku hirup nafasku panjang
“ akhhhhhh … aku benar2 lelah hari ini,
rasanya mungkin nyaman mandi dengan air super dingin dan makan makanan yang
hangat, buatan si mbok akhhh …
memimpikkan nya saja aku sudah ngiler ( keluar saliva) … bahaya … kalo gini
caranya … “ [ batinku bicara ] ku lirik jarum jam & waktu menunjukkan pukul
18.00 aku membenarkan posisi tubuh dan bersiap
pulang, tapi , sebelum niatku terlaksana lagi … lagi … mataku menangkap wujud
seseorang … wujud malaikat tanpa sayap
Seorang gadis yang tak sengaja ku tabrak
dua hari yang lalu sedang bercengkrama dengan teman sejawatnya, dengan seragam serba
putih dan ku ketahui itu adalah seragam perawat, gadis
itu Nampak riang tak dilihatnya raut lelah , gadis itu masih saja dapat tertawa
tanpa ada beban, saat sedang menangani beberapa dokumen tiba – tiba ia
meninggalkan temannya dan pergi dengan yang lain. Ia seprtinya sudah sangat
lelah tapi , ia tutupi dengan terus menunjukkan
senyumnya gadis itu sangat menarik bagiku, gadis yang tak ku tahui dari mana
datangnya, tak ku tahui dari mana ia dapat mencuri hatiku sejak awal, aku
bertemu ia sudah meninggalkan kenangan tersendiri. Gadis itu sudah buatku tak
focus akhir2 ini.
“ sebenarnya siapa kamu … kenapa kamu terus mengganggu focus ku .. ???”
batinku bertanya “
sebenarnya kamu siapa ??? siapa yang
buatku tak karuan ???” batinku lagi
Udara siang hari yang menyengat kerongkonganku
benar – benar membuatku mati rasa, aku hampir tak tertolong lagi, bahkan angin
sepoi – sepoi yang biasa ada kini tak ada bahkan tak terasa untuk menikmati
angin sepoi – sepoi . langkahku terasa berat dan lambat … aku berjalan malas
menuju kantin diujung sudut ruang , terlihat kerumunan orang memenuhi sebagian
ruang sempit itu.
Aku hanya menghelah nafasku berat dengan
sedikit mengeluh suasana panas terik yang membakar kerongkonganku , ku berjalan
lurus kedepan dengan layar ponsel yang terus saja ku mainkan , tanpa tau siapa
yang ada didepan mata ku tabrak seseorang dari arah berlawanan . saat aku mulai
menyadari … dari sebuah jeritan kecil aku terbangun dari rasa nyaman ku .
“ auww ... “
jeritnya , aku masih belum menyadari bahwa aku yang menabraknya , masih asyik
dengan layar handphone dan saat menghadap kearahnya aku menyadari bahwa ada
orang lain yang berada dihadapanku. Seorang yang terus ku pikirkan sekarang ini
berada di depan mata , benar – benar menakjubkan apa ini yang dinamakan TAKDIR
.
“ ahhhkk … kau … ( gagu/ dia lagi ) “
seru ku pelan ku harap ia tak melihat sikapku yang buatku sangat bingung ( adegan / raut wajah
salting gitu).
“ aooww … bukannya minta maaf, sering betul nabrak2,
makanya pake spion dong !!! ( gerutunya kesal ) hist menyebalkan
sekali “ sumpah serapahnya terdengar lagi olehku dan mebuatku tambah gagu dan
bingung. Sebenarnya aku sangat senang tapi, entah mengapa aku jadi kayak gini…
Aku hanya menatap tanpa bisa berkata apa – apa
, ada wujud yang terus bebani pikiranku tanpa bisa ku ungkapkan , aku benar –
benar tidak tau bagaimana cara mengungkapkan hatiku padamu.
Nafas yang mulai tak terkontrol dalam
halusinasi yang buat seorang akan semakin menggila saja. Aku hanya mampu berdiri
terpaku saat ia kembali merapihkan pakaiannya, dengan wajah lelahnya aku mulai
menyadari bahwa dia telah bekerja keras hari ini tapi kenapa aku sedang
membuatnya marah , aku sangat bodohkah ... apa karena terlalu mencintainya (
wah ngacooo )
“ maaf ... apa ada yang
sakit ??” tanya ku sopan , sedangkan ia hanya mendengus kesal , ia hanya
menutupinya dengan seutas senyum manis , dan berlalu dari pandangan ku sekejap
, mungkinkah aku jatuh cinta pada pandangan pertama, wah beginikah rasanya ...
***********-minna-*************
Sore yang melelahkan
dengan berbagai alasanku untuk menghilangkannya. Aku benar – benar lelah hari
ini, sangat lelah, aku ingin cepat pulang , sedang melangkah tak karuan tiba –
tiba dari arah belakang seorang menabrakku , membuatku tambah naek darah aja,
udah tau mood ku hari ini lagi super jelek, pake acara nabrak segala, tanpa
pedulikan siapa yang ada didepan mata, aku hanya mampu mengomel
“ aooww … bukannya minta maaf, sering betul nabrak2,
makanya pake spion dong !!! ( gerutuku kesal ) hist menyebalkan sekali “ sumpah
serapahku
Tapi saat menyadari yang
berada didepan mata adalah someone itu membuatku tambah jadi kacau, segera aku
membalikkan diri dan pergi menjauh darinya. Memberikan ia terdiam dalam
posisinya.
@@@@@@@@@@
Udara sore yang masih sumpek dengan masalahnya
masing - masing , ku seduh secangkir hot chocholate duduk diteras rumah dengan
terus sebuah bayangan yang mulai merasuki semua bayangan indah tentang gadis
yang bahkan belum ku ketahui namanya itu, aku hanya mampu tersenyum saat
kembali mengingat semua kejadian hari ini bersamanya. Tiba – tiba lamunan ku
saat aku mengingat pembicaraanya tadi siang
[ replay :
“ assalammuallaikum ...
ya benar, maaf ini dengan siapa ???” tanya sopan pada seorang diseberang
telephone ,aku mendengarkan pembicaraan gadis itu tanpa sengaja
“ bertemu dimana ??? apa
di cafe , ya aku akan ingat cafe chese kan ? iya nanti sehabis isya aku akan
kesana ?? iya bawel ... bye “ ] [ nguping pembicaraan orang itu gak baik, aku
tau ... tapi jika demi kebaikkan mungkin
allah kan mentoleransinya kan ^_^]
Karena itu aku memburukan
diri untuk pergi ke cafe itu ceritanya pengen tau siapa namanya, apa dia mau
ketemuan ama someone , dan aku sedang
melihat juna yang sedang menonton acara
gak jelas ditv, karena takut ketahuan modusku aku mengajak juna ,
beruntungnya ia sedang ingin jalan jadi, aku tak terlalu keluar tenaga untuk
merayunya pergi ke cafe itu ( RAJA MODUS
) . disepanjang perjalanan juna
terus bertanya kayak anak kecilnya yang pengen tau kemana ortunya pergi mungkin
takut akan dijual atau takut diculik ama orang yang gak dikenal.
( isi otak penulis lagi
gak fokus ... )
Sesampainya di depan cafe
chese kami keluar dari dalam mobil, juna hanya menatapku aneh, dan seakan mulai
bertanya dengan raut wajahnya
“ ngapain kesini ?” dengan menaikkan sebelah alis
matanya, ia menatapku aneh , aku yang melihatnya hanya bisa menjawab seadanya
“ aakhhh ... kenapa kamu menatapku seperti aku
ini makanan mu ??” tanya ku sambil memalingkan wajah kearah berlawanan
“ tumben aja ngajak aku
cafe , bukanya paling mentok loe Cuma mau ngajak gue ke warung kaki lima,
itupun gue yang bayar ??? gue nyium bau
– bau aneh disini ” tanya juna penuh selidik padaku
“ mang gak boleh sekali2
makan ditempat mewah dikit gitu” seruku tanpa berpikir
“ aneh ... dapat dari
mana survei disini???” tanya juna lagi
“ apaaan sih ... gak si robby
tadi siang bilang kalo ada temenya lagi buka cafe dan katanya bagus, makanan ya
murah ala kaki lima gitu makanya aku mau tau bener apa gak .. gak ada maksud
terselubung kok .. “ ujarku ngeles
“ niat terselubung apa
maksudnya ??? gue gak yakin 100% kalo
kayak gini ... ???” juna mulai menngendusku kayak cucki peliharaannya. ( anak
anjing) “ pasti ada yang aneh ini “
‘ terserah loe aja sih
... “
**************
@ cafe chese pukul 20.38
Saat memasuki cafe itu
terasa sangat santai dan kaki lima banget, menu yang disediakan juga unik – unik
and harganya oke banget ama anak kuliahan kayak gue gini , beruntunglah sebelum
aku kesini aku udah tanya duluan ama robby, kan rumahnya deket dari sini .
beruntunglah aku.
Setelah memesan beberapa
makanan dan minuman aku melihat sekeliling tapi, ku tak dapati sosoknya yang
ingin ku temui, sedangkan juna sibuk dengan makananya, setelah beberapa saat
disana , aku tak sengaja bertemu adik kelasku , namanya tarra ( tarra aulia/
21thn) dia juga calon dokter angkatan 2014
“ tarra ??
sedang apa disini ?? pacaranya ???” ledekku padanya saaat ia melewati meja ku
dan juna, juna juga melihat tarra ia hanya mengangguk pelan dan tersenyum
dengan mulut penuh dengan kentang goreng
“ ooo .. malam kak, hampir
tidak menyadari habisnya beda sih kalo ketemu dirumah sakit “ ujarnya malu –
malu
“ sedang apa ?? bersama
pacarnya ??” tanya juna mengulang pertanyaan ku
“ akhh ... gak kok kak sedang bersama teman ,
saya belum punya pacar kok kak ... ??? “
ujarnya lagi
“ sama temennya ...??? dimana???
sini gabung sama kita biar tambah rame, temenya cowok atau cewek ??” tanya juna
pada tarra
“ cewek kok kak,
memangnya boleh kah kak ... “ ulang tarra memastikkan “ boleh donk “ jawab mantab juna masih
dengan mulut penuh kentang goreng
[ benar – benar memalukan
punya temen kayak gini ... sabar demi dia]
Aku merasa sedih karena
mungkin dia yang ingin ku temui sudah pergi atau tak datang , atau pertemuan mereka
dipindahkan , sebagai cowok yang belum pernah pacaran ini sangat memalukkan 24
tahun aku hidup sama sekali belum pernah tau pacaran itu kayak apa [ sangat
memalukkan ... pembaca jangan nangis dan
sedih ntar dikira lebay lagi , ya aku
aja biasa aja hahahahaha ... ]
Setelah tarra memanggil
temannya , aku benar – benar kacau balau , tapi, setelah melihat orang yang
dibawa tarra , secara otomatis ibarat
hape langsung keisi batrenya .
[ penulis buat cowoknya sedikit puitis dan lebay biar
gak terlalu garing dan gak ngebosenin untuk dibaca, tapi tetep ada sisi cool ya
]
“ dia ........ “
Seorang gadis dengan
hijabnya yang manis, memakai pakaian yang sopan, wah bidadari surga banget .
tersenyum padaku dan inilah pelakunya yang telah memporak porandakan hatiku gak
pake ampun, tanpa sebab orang yang sedari tadi mengganggu nyamanku, pengenya langsung
ku borgol dia dihatiku biar gak pergi2 lagi dan gak buat hatiku bingung . Dia hanya menatapku bingung
“ malam “ sapanya manis pada kami, aku sempat
terbengong beberapa saat, saat juna melambaikan tangannya bahkan aku hanya
mampu terpatung tanpa sebab
“ napa loe ... “ tanya
juna padaku bingung juga
“ akhh ... gak apa2 kok “
jawabku seadanya aja
“ ooo jangan2 ini niat
terselubungmu ya “ bisik juna padaku, dan membuatku seakan berhenti bernafas,
wajah udah kayak kepiting rebus
“ akhhh ... gak ? biasa
kan aku baru juga ketemu ama dia juga disini ??”bisikku lagi
“ disini ?? berarti
pernah ketemu ditempat lain kan ??” tanya juna sekali lagi yang buatku tambah
spot jantung
“ udah jangan banyak
omong ... gak sopan bisik bisik didepan orang “
“ loe harus pertanggung
jawabkan sikap loe ini ntar dirumah “
Keduanya duduk berhadapan
, dan dia yang telah buat hatiku amburadul sekarang berada di depan mata, aku
terus mengontrol isi jantung yang pengen meledak secara tiba2 kayak ada yang
memainkan drum dalam jantungku , kemudian tarra memperkenalkannya pada kami
“ oo ya kak ini teman
yang saya bilang tadi ?? namanya Islamminna pasha cukup panggil minna aja kak “ tarra
memperkenalkannya pada kami, tambah lengkaplah hatiku, rasanya hatiku pengen
terbang saat kami berdua berjabat tangan dan berkenalan ...
“ minna .. kuliahkah ???” tanya juna yang membuatku
sedikit kaget
“ iya kk , saya kuliah di akademik keperawatan
dan lagi magang dirumah sakit “ ujarnya sopan , bukankah dia sangat manis
bahkan aku hampir tak sadarkan diri ... bagaikan lelehan lilin yang membeku aku
harap ia tak menyadari tingkahku yang aneh ini .
“ magang ?? dirumah sakit
mana dek .. ??” tanya juna sambil melirik kearahku
[ kenapa melirik kearahku
... ]
“ oo di rumah sakit ( gak
boleh sebut merk ... belum ada sponsor, ada yang mau sponsori silahkan hubungi
penulisnya)”
“ oo ... pantas ( juna
tersenyum menang dan masih melirik kearahku)”
Aku hanya bisa membeku
hanya bisa diam dan terus mengendalikan gejolak yang terus menyerangku ,aku
terus melihat mu secara sembunyi tanpa kau ketahui
“ ooo .. ya adek minna udah punya pacar ???” tanyaku tiba2 dalam rasa
gugup yang terus bergejolak , ia hanya tersenyum yang tak bisa ku tebak apa
artinya
“ belum kk .... kenapa kk
mau daftar “ bahkan disela – sela kami berbincang ia bisa melucu, berbeda
sekali dengan yang beberapa kali ku lihat, bukankah tambah buatku kagum , sudah
manis , humoris, dan aku suka apa yang ada padanya [ hatinya lagi bernyanyi natural dari dmasiv]
Sebuah perasaan yang tak
bisa ku delete atau bahkan di cut, aku gak bisa mengendalikan perasaan ini ,
gak seperti main robot control , hatiku bukan kayak gitu . hatiku adalah hal
yang sebenernya rapuh dan rentan patah iya meski sudah ku lem dengan lem
terlengket sekalipun atau bahkan sampai ratusan ribu , tetap saja hatiku gak
bisa terima.
Tapi, berkat seseorang yang
buatku kalang kabut untuk mengontrol hati , seakan hatiku membentuk perisai
untuk wanita lain. Dan hanya mampu ditembus oleh dia seorang yang baru ku
ketahui namanya hari ini. Gadis yang tak kuketahui siapa dan dari planet mana
yang bisa membuatku seperti ini.
Aku yang tak mengerti
hanya bisa diam saat perasaan aneh ini terus saja menggerogoti hatiku tanpa
izin
&&&&&&&&-
minna-&&&&&&&
Malam menyapa
kesendirianku yang tak bertuan ini, menyibukkan diri dengan betemu sahabat
tercinta yang telah lama tak ku temui . dengan mencoba beberapa long dress aku
terus berlenggak – lenggok didepan cermin besar yang ada dikamarku.
Beberapa baju sudah
berserakan diatas tempat tidur, setelah sekian lama mencocokkan long dress ku
dengan make up ku aku tertarik pada long dress pink flowers yang dibelikan mama
akhir bulan kemarin.
Hari ini aku diajak pergi
dengan sahabatku, ia melanjutkan study dikedokteran universitas indonesia.
sebenarnya cara temu kangen gitu, daripada aku suntuk dirumah cari refressing .
( ceritanya begitu).
Kami berjanji bertemu di
cafe cheese, saat berada di cafe cheese, tarra nama sahabatku itu, kami
mengobrol banyak hal. Sebelum memesan makanan, tiba – tiba tarra mengatakan
untuk bergabung dengan kk kelasnya di kedokteran.
“ minna ... gabung disana
yukkk ... ??? ada kk kelasku ??” seru tarra padaku
“ ahhah .. gak mau ah ??
ntar aku ganggu lagi ??? aku juga gak kenal ???”
“ gak apa2 ntar aku
kenalin kk ya cakep kok ??” seru tarra membujukku
Ia menarik tanganku dan
berjalan kearah yang tak ku ketahui, langkah kaki kami terhenti disebuah meja makan
, ku tatap dua orang pemuda yang sering ku lihat , pemuda itu , yang memakai
tshirt manis, dan kacamata santai, pemuda itu bukankah someone itu yang akhir –
akhir ini mengusik keasikkan waktuku.
Pemuda itu terlihat
suntuk, aku masih tidak enak hati karena tadi siang memarahinya, tapi, mau
gimana lagi. Tarra menyapa kedua pemuda itu. Dan mengenalkan aku dengan
keduanya. Apa kamu tau jantungku serasa ada yang menyalakan petasan dan kembang
api.
“ malam kk ... ???” sapa
sopan tarra pada kedua pemuda itu
“ooo ... malam dek!!!
Silahkan duduk dek ... ??? hmm.. siapa ini dek, manisnya ???” tanya seorang pemuda yang ku ketahui
namanya dokter juna, dia sangat terkenal dikalangan perawat. Kemudian tarra
mulai mengenalkan aku kepada dua pemuda itu.
“ oo ya kak ini teman
yang saya bilang tadi ?? namanya Islamminna pasha (20 thn) cukup panggil minna aja kak “ tarra
memperkenalkannya pada kami, saat aku menjabat tangannya yang besar membuatku
sedikit gugup, aku terlalu takut ntar jadi salting. Ku harap ia yang berada
didepan mata tak menyadari tingkah laku ini. bisa mati gaya didepan nya.
Akhirnya didapatilah sebuah nama yang membuatku terganggu beberapa hari
terakhir ini.
“ fabima satrio “ batinku
pelan
“ minna
.. kuliahkah ???” tanya kk juna yang membuatku sedikit kaget atas
pertanyaanya. ( sok lebay aja sih)
“ iya kk , saya kuliah di akademik keperawatan
dan lagi magang dirumah sakit “ ujarku seperti biasa, sebenarnya menutupi
perasaanku yang sedang bergejolak.
“ magang ?? dirumah sakit
mana dek .. ??” tanya kk juna lagi
Kemudian disela – sela
pembicaraan kami , beberapa pesanan kami terhampar didepan mata, seorang
pelayan wanita menghampiri kami dengan membawa beberapa makanan dan minuman
ringan.
“ chocolate tart dan hot
mocachoco “ ucap pelayan cafe itu,
menerangkan makanan yang dipesan
Juna langsung menoleh ke
arah bima, dan sedikit menggelengkan kepalanya
“ pesan chocolat lagi ...
???” seru aneh kk juna, padahal kan aku yang pesen
“ gak ini aja belum abis,
jangan suudzzon donk” ujar bima sedikit kesal
“ maaf kk itu saya yang
pesan???” jawabku mencairkan ketegangan
“ hmmm ... oo adek minna
yang pesan saya pikir si bima pesan lagi, wah sepertinya kalian jodoh” ujar kk
juna yang membuatku ng fly sebentar
“amin ... “ jawabku
pelan. Setelah beberapa makanan tersedia kami melanjutkan beberapa obrolan yang
terganggu.
“ oo ya tadi kk juna
tanya apa ???” tanyaku ingin mengulang pertanyaannya
“ oo ya magang dimana??”
“ oo di rumah sakit ( gak boleh sebut merk ...
belum ada sponsor)”
“ oo ... pantas ( juna
tersenyum kearah bima yang berada disampingnya)”
“ ooo .. ya adek minna udah punya pacar ???” tanya kk juna,
padahalnya pengennya dia yang tanya begitu, tapi apa boleh buat.
“ belum kk .... kenapa kk
mau daftar “ sebenarnya biar suasana gak kaku aja sih
Sebuah perasaan yang tak
bisa ku delete atau bahkan di cut, aku gak bisa mengendalikan perasaan ini ,
gak seperti main robot control , hatiku bukan kayak gitu . hatiku adalah hal
yang sebenernya rapuh dan rentan patah iya meski sudah ku lem dengan lem
terlengket sekalipun atau bahkan sampai ratusan ribu , tetap saja hatiku gak
bisa terima.
Tapi, berkat seseorang
yang buatku kalang kabut untuk mengontrol hati , seakan hatiku membentuk
perisai untuk pria lain. Hatiku hanya ku persembahkan untuk someone itu.
****************
Pukul 21. 45 at cafe
chese
Setelah kami selesai
bersenang – senang , kami ber-4 akhirnya pulang kerumah masing- masing , aku
juga sudah melihat kantuk dimatanya , sebuah pertanda bahwa ia sudah lelah
dengan hari ini. Tapi ia masih saja terus tertawa dengan lawakkan yang
dilakukan oleh juna yang sebenernya garing .
Hari ini sangat
menyenangkan dan membuatku bahagia dan Ada yang tak bisa ku lupa seumur hidupku
, dan ini pertama kalinya aku berkenalan
dengan seorang gadis yang sebelumnya sudah mampu meluluh lantakkan hatiku
secara khusus, kedua , aku tau siapa namanya dan statusnya kalo dia juga jomblo
, jadi setidaknya gak ada halangan untuk deketin si dia ( banyak peluang )
ketiga kami bisa tukaran no hp . bahkan nicknme di kontak hp ku ku tulis dengan
nama perawat manis [ sedikit lebay ya ... ya maklumlah lagi
jatuh cinta nie ... pembaca kan pasti pernah merasakannya ]
Aku ... seperti laki –
laki yang beruntung didunia ini perfect
, semakin lama aku dan dia juga semakin deket, bahkan udah kayak lem
ama perangko tapi , status hubungan kami masih gak jelas.
[ payah ..... -_- padahal
udah sedeket ini tapi gak bisa bilang .... menurutmu aku harus kayak apa ??? kalo gak
ngomong keburu diambil orang, cukup masalah pulpen ku aja yang diambil orang
tapi, jangan dia ya . mana orang tau itu pulpen harga 100rb ( nyebelin ) ^_-
bantuin aku napa gak usah mikirin yang lain ....... streess nie]
********************************************
Pukul 11.40 at hospital
Hari kamis yang
sebenernya mendung ini tapi, dengan suasana hati yang sedang kacau akibat deadline
tugas yang diberi dosen kampus belum kelar, rasanya kepala pengen meledak, aku
terus memegangi keningku yang udah panas
kayak wajan . kalo dimasukkin ama telor ceplok pasti udah mateng ni ditambah
makan pake nasi anget terus disiram ama kecap manis terus pake krupuk wow indonesia banget tu.
Dengan sedikit males aku
berdiri dan mengambil beberapa dokumen pasien yang harus ku check, pengen cepet
selesai dan aku harap dapat meluangkan waktu untuk si dia. Layar ponselku tiba-
tiba bergetar, ku raba malas dan ku sentuh layar hitam dengan ujung telunjukku
, saat sebuah nama terpampang dalam layar berbentuk pesan, aku langsung membuka
nya secepat kilat. Sebuah pesan darinya ... ku baca perlahan
[ to : perawat manis
Kalo pusing sebaiknya istirahat jangan
terlalu dipaksa , nanti bukannya kk yang jaga pasien bisa pasien yang jaga kk
loe ... ]
Aku yang membacanya
langsung tersipu senang , bahkan rasanya aku ... akhhh gimana bilangnya ini,
didalam hatiku rasanya ada gejolak yang tak bisa ku selidiki,kamu seperti
bakteri yang bahkan jika menyuntikkan
antibiotik itu takkan mempan , kamu takkan mati atau enyah dari ku.
[ to : kk bima
Bagaimana ini ?? kenapa
kamu tau ??? ]
Beberapa pesAN singkatnya
sudah seperti energy buatku, aku kembali
semangat menyelesaikan pekerjaanku. Dan ingin cepat juga memberikan status
pasti untuknya dan juga untukku.
[ to : perawat manis
Sudah sana makan dulu
nanti kalo pingsan bisa bahayakan ??? kan jadi lucu ada dokter pingsan karena
gak makan ... emang mau dirawat disini ???] ledeknya dalam sebuah pesan singkat
[ to : kk bima
Tapi, kalo perawatnya
kayak kamu... bolehlah ??? kan sngat menyenangkan ]
Gak kerasa makan siang
tiba, aku mengambil tas yang ku taro di atas meja, saat itu ku lihat ia masih
sibuk berbincang – bincang dengan salah satu pasien, dia memang sangat manis,
apalagi kalo lagi tersenyum.
“ ayo .. cari makan ... “
ajakku pada beberapa teman yang ada disana , sedangkan juna sedang tak ada
disini, karena ia sedang sibuk dengan operasi pertamanya.
“ oo .. ya duluan aja bim
... masih sibuk ini ???” seru ical padaku dengan setumpuk buku dalam mejanya
“ ooo ya aku duluannya
... ???” seruku lagi
Aku melangkahkan kaki ku
keluar dari ruangan angsoka, aku hanya menghelah nafas panjang, pikiranku
sedang kacau balaunya. Tapi, aku mendengar suara yang sangat kukenal bahkan
sangat ingin kudengar setiap saat.
“ suara itu ... “
[ dari arah yang sama ]
“ min ... lapar gak ???” tanya maya pada seorang
gadis yang masih asyik mengotak atik layar ponselnya
“ hm ... lagi pengen
makan yang bikin kenyang “ jawabnya sekenanya , membuat maya hanya terkekeh
karenanya
“ dasar ... eh makan
ya bikin
kenyang neng !!!” gerutu kecil maya padaku
Mendengar pembicaraan
mereka membuatku hanya terkekeh senang, bukankah dia itu yang sangat manis. Dia
yang seperti itu saja membuatku selalu berangan untuk bersamanya.
Lalu , kami tak sengaja
lagi bertemu di kantin belakang rumah sakit, saat itu aku sedang duduk dengan
menyantap makanan yang ku pesan, saat itu juga ia bersama temannya juga berada disana
“ minna ... makan disini
aja “ seruku pada nya, sedangkan ia hanya mengangguk pelan dan menatap ke arah
temannya dengan raut wajah yang penuh dengan pertanyaan
“ siapa min ... ??” tanya
maya bingung
“ teman ... ???” jawabnya
, sebenarnya aku sedikit gak suka karena dia bilang teman, itu juga salahku sih
gak bisa buat status diantara kita jelas, padahal aku pengennya lebih dari
seorang teman bisa gak ...
Setelah selesai makan ,
kami berpisah dia kembali keruangan sedangkan aku masih bersantai di sana . aku
hanya menghelah nafas saat bayang sosok itu mulai pudar dari pandanganku
“ bagaimana aku bisa
mengatakannya kalo aku sudah terpikat saat pertama kali bertemu, aku sudah
sangat menyukai sebelum kami berkenalan, saat dia marah2 karena aku terus
menabraknya tanpa sengaja , aku suka
saat dia yang tersenyum ramah pada semua orang , aku suka saat dia mengirimi
pesan singkat yang membuatku semakin menyukai nya “ batinku
**********************
Pukul 12.29 at ruang
angsoka
Setelah lama ku hilangkan
rasa penat yang mendera, bunyi handphone dari saku jas putih ku berdering.
Sebuah panggilan dari juna ( perut karung) , aku segera mengangkatnya dengan
biasa
Terdengar suaranya yang
panik, terdengar jelas dari suaranya
“ kenapa jun ... ???”
tanyaku menetralisir kepanikkannya, sebuah suara yang membuatku terkejut,
dengan sekali menyebutkan namanya, aku berlari sekuat tenaga ... bahkan tak ku
pikirkan lagi omongan juna , aku berlari menaiki anak tangga , tak ku pikir
lagi nafas ku yang sudah limit
Aku hanya berpikir
“ kenapa ?? ada apa ???
apa dia baik – baik saja ??” hanya itu yang sedang melayang dalam pikirku “ apa
yang sebenarnya terjadi ??? selamatkan dia ya allah ??? “
Terdengar suara gemuruh
bahkan sudah dijaga ketat oleh beberapa polisi kenapa ??? kenapa ??? siapa pun
jawab aku
Aku melihat juna panik
setengah mati, ia melihatku dan segera menarik tanganku, wjahnya pucat,
tangannya membeku. Membuatku semakin takut sebenernya apa yang terjadi
“ kenapa jun ?? ada apa
jun ??” tanya ku panik karena keadaan banyak polisi berjaga diruangan itu
“ bim ... bim ( gagu ) minna
... min ... minna “
“ kenapa ?? kenapa dia
??”
“ minna dalam masalah
besar ( diceritakan ama juna permasalahannya ) “
“ apaaaaaaaaaaaaaa ....
!!!!!!” aku syok saat itu
“ kenapa bisa ??
bagaimana ceritanya ???”
[ juna menceritakan
semuanya ]
Langsung pergi melihat keadaan,
orang yang ingin ku lindungi tengah dalam bahaya , orang itu ... dalam masalah,
apa yang harus ku lakukan untuk menolongnya
*******************
Pukul 13.00 at ruang ......
Salah satu bangsal pasien
itu ku lihat seorang gadis tengah menangis gadis itu terlihat sangat ketakutan,
tubuhnya bergetar , dia .. bagaimana caranya aku menyelamatkanya , sebuah
belati mendarat manis di wajah nya, aku ... ingin rasanya menggantikannya
diposisi itu
Seorang polisi berteriak
memberi aba – aba bahkan sedikit bernegosiasi, semua yang ada disana juga
mengkhawatirkannya, gadis itu ... dia harus baik – baik saja
“.... jangan macam –
macam , jangan sakiti gadis itu ??? lepaskan dia .. atau saya bisa nekad “ seru seorang polisi
“ silahkan ... kalian
lakukan semau kalian !! tapi, saya akan melakukan hal nekad juga “ seru sarman ganas
[ sarman buronan
pembantaian keluarga yang sedang banyak dibicarakan ]
Diluar ruangan aku hanya
bisa berdoa , aku takut , aku benar – benar takut. Jika aku masuk maka aku
mungkin bisa jadi pahlawan untuknya . tapi, aku ... sedang tidak ingin jadi
pahlawan untuknya aku hanya ingin menolongnya, aku ingin dia lepas dari orang
itu, karena insiden ini semua pasien jadi
trauma banyak pasien dari bangsal yang dipindahkan sementara.
Aku yang mulai tak karuan
membantu beberapa rekan untuk menyelamatkannya. Setelah berdiskusi kami
memutuskan untuk mengambil jalan nekad. Sebagian orang mengalihkan perhatiannya
dari gadis itu yang mulai berderai air mata. Aku melihat ada guratan ketakuttan
yang amat mendalam. Setelah sekian lama berusaha, akhirnya aku masuk kedalam
ruangan dan menarik lengannya masuk dalam dekapan. Ku bopong ia keluar ruangan,
histeris dari teman- temannya, membuatnya sedikit lega.
Jika aku, aku takkan
menyakitinya bahkan jika aku menyakitinya aku akan melakukan apapun agar ia tak
menderita. Aku menemuinya untukmemeriksa keadaannya. Ia masih di periksa oleh
juna, aku memandanginya dengan penuh keraguan , sepertinya juna sudah selesai
memeriksanya
“ nadinya sudah mulai
normal, hanya tekanan darahnya yang naik 130/90 dia akan baik – baik saja, minn
.. sekarang kamu sudah aman ... “ ucap juna menenangkan minna
“ terus kamu gak apa2 bim
???” tanya juna pada bima
“ gak , gpp ???
beruntungnya dia juga gpp “
Aku lega saat mendengar
penjelasan juna, aku hanya ingin dia baik – baik saja, aku harap suatu saat
nanti aku juga bisa melindunginya, agar dia merasa aman .akhirnya aku
menemuinya saat yang lain harus mengerjakan tugasnya masing – masing
“ hay ... “ sapaku
padanya yang masih terbaring lemas. Aku duduk disebelahnya, mencoba mengenggam
tangannya yang dingin, ia membuka matanya
perlahan
“ bagaimana .. ?? sudah
lebih baik ??” tanyaku perlahan , sedangkan dia hanya mengangguk pelan,
membuatku sedikit lega.
“ kamu ... bagaimana ???
apa kamu terluka ??” tanya nya pelan
“gak aku gpp kok “
“ senangnya aku , kalo
kamu baik – baik saja sekarang “ ucapku pelan, sedangkan ia yang mendengar
ucapanku hanya menatapku bingung, tapi, orang harus tau bahwa kamu akan jadi
milikku.
“ hmmmm .... “ desahnya pelan
Ia mencoba bangun, dengan
guratan ketakuttan yang amat dalam
“ mau kemana ??? minum
??” tanyaku lagi bingung
“ aku ... aku mau pulang
“ jawabnya pelan
Tiba – tiba seorang teman
perawat membawakan tas ransel hitam kepadanya, wajahnya lumayan manis, tapi,
bagiku dia yang ada di hati lebih manis dan lebih cantik dari semua wanita yang
ada dimuka bumi ini.
“ hmmm ... maaf ganggu,
minna ini tas mu ?? kamu mau ku antar pulangkah biar motormu dititipkan disini
aja besok baru di ambil “ tukas gadis muda itu
“ terima kasih ya etha ,
gpp kamu duluan ajha , aku bisa pulang sendiri kok “ serunya pelan dalam
keadaan posisi setengah duduk.
Ku tatap wajahnya yang masih lemes. Akhirnya dengan
tubuhnya seperti itu aku mendekat dan menompangnya berjalan, sekuat tenaga aku
memberika pundakku untuk ia bertahan dalam jalannya. Tapi, secara tak sengaja
aku melihat seorang dari kejauhan yang entah memperhatikan aku atau
memperhatikannya. seorang laki – laki
yang tak ku ketahui namanya, seorang itu hanya diam – diam memperhatikan gadis
yang sedang ku rengkuh saat ini
Setibanya di lahan parkir
, ku bawa ia menuju mobilku. Kemudian ia mendadak menghentikan langkahnya.
“ kenapa kk bawa aku
kesini ??” tanyanya bingung
“ mau pulangkan ???”
Ia menjawab dengan
anggukan, kemudian aku tersenyum padanya
“ aku sedang tak
mengizinkanmu untuk mengendarai motormu, untuk keselamatanmu sendiri, dengan
tubuh yang bahkan tak mampu menompang tubuhnya sendiri yang benar saja ....
kamu ??? mau mati konyol ??? ” seruku, seakan ingin membuatnya terdiam dan
memikirkan kondisinya saat ini
Ia masih diam bahkan
langkah yang ia tahan kini ia mengikuti langkah ku lagi. Sepertinya ia telah
memutuskan hal yang baik untuk tubuhnya kali ini.
ku bukakan pintu mobil, ku dudukkan dan ia
sekejap menutup matanya, aku tau ia sedang mengontrol diri dari rasa takut dan
trauma psikis yang menderanya, rasanya ingin ku peluk ia, dan mengatakan apa
yang sedang ia rasakan . aku duduk disebelahnya. Aku terus melihatnya, bahkan
pandanganku tak terkecoh sama sekali dengan yang lain.
dia membuka matanya perlahan menatapku
bingung, dan kemudian air matanya mulai mengalir membasahi wajah itu, aku
dengan refleks mendekapnya, menghangatkan kembali hatinya
“ ku mohon jangan
menangis ... ??? tenangkan hatimu ??”dalam dekapku aku merasakan detak
jantungnya berdetak lebih cepat, nafas yang seperti pemburu, aku merasakan air
mata yang mulai berjatuhan , segurat rasa sedih yang tak bisa ditahan .
membuatku tak bisa melepasnya, aku ingin berada disisinya, selamanya.
“ sekarang keluarkan
semua marahmu, takutmu ... ??” seruku , ku peluk ia masih dengan tangisanya, ia
yang ku rengkuh masih terasa ada sebuah guratan ketakuttan yang belum ia bisa
lupakan
“ tumpahkan semua nya...
aku akan terus disini bersamamu, jangan takut ... !!! “
Sesampainya didepan rumah
dengan nuansa tradisional banget, aku membantunya turun dari mobil dan
menompangnya masuk, gadis itu hanya bisa mengikuti langkahku pergi.
Ku ketuk pintu rumahnya
sedikit bertenaga, tapi, tak ada sahuttan dari dalam rumah, tapi, tak lama
sebuah suara sedikit mengejutkan ku
Minna yang hampir tak
sadarkan diri karena terlalu lemas untuk menompang dirinya sendiri, karena aku
yang ingin membenarkan posisi tubuh minna membuat sesorang jadi salah paham.
( adegan jatuh ,
terperosok )
“ Minna ... minna ... min
kamu kenapa ???” seru ku agak panik, membuat minna sedikit membuka matanya
perlahan ku lihat memang wajahnya yang pucat , bibirnya juga sudah mengering,
membuatku tambah panik saja
Dari balik pintu ...
Kreeekkkk ...
kreeekkkk....
Seorang pria setengah
baya, melototiku dengan matanya yang besar, sedikit membuatku shock
“ hay ... kamu ngapain
anak saya ... berbuat mesumnya ??? mau saya ambilin golok ... ???” seru si
bapak membuatku kaget ( dibuat dramatis)
“ gak kok pak ... saya
ini orang baik pak ... sueeer deh ... “
Aku yang sering mencuri
semua pandangan demi mengabadikan dirimu dalam lensa kamera handphone. Dan apa
kamu tau Photo2 itu membuatku semakin lama semakin merindukanmu, aku ingin kamu
menjadi pemilik hatiku, bahkan photo2 itu tak sepenuhnya menjadi penawar rinduku. Bagaimana aku
mengobati hati yang terjangkit flu rindu ini. Aku ... aku sangat merindukanmu
wahai wanitaku.
Semua
pekerjaan yang harusnya ku kerjakan jadi terbengkalai karena terlalu
merindukanmu. Aku ingin menemui wahai wanitaku. Dengan wajah lesuku, aku
berniat menemuinya dirumah. Tapi, anganku lagi tak jadi, akibat sikarung beras
yang bikin gue kesel
“ napa loe galau pak ...
???” seru juna padaku yang sedang bermalasan meski dengan setumpuk dokumen yang
nampang didepan mata
“ gak usah pake tanya
segala ... udah tau juga ??? “
“ yaellah ... apa loe bilang galau ... ???
sejak kapan ??? “ ejek juna padaku
“ gak usah pake nanya ...
??”
Juna hanya tertawa
melihatku yang kacau balau begini.
“ sudah sana ... temui
dari pada galau ... mules gue lihatnya “
“ sial ... ( gerutuku)”
Dengan semangat ku yang
membara ku segera out dari rumah sakit rencananya pengen ketemu si dia sebelumnya
aku mengirim sebuah pesan bertanya padanya untuk mengkonfirmasi posisinya. beberapa menit kemudian aku sampai di sebuah
gedung kampus, ku perhatikan beberapa mahasiswi yang ada , sempat menunggu
lama, mataku menangkap bayangan wanita itu.
“ oo my god ... itu dia” ku lihat ia keluar dari gedung
itu, bergurau manis pada teman – temannya, membuatku semakin punya kesan yang
baik untuknya. Tapi, seketika kebahagianku meredup saat dia menaiki sebuah
motor lumayan sporty, dengan seorang pria yang tak ku ketahui wajahnya ( pake
helm). Aku hanya mampu mendengus kesal siapa
dia hatiku seakan memberontak.
Setelah itu keduanya
pergi, aku mengikutinya dari belakang aku terus mendengus sebal seharusnya aku
tak memakai mobil hari ini. Jam – jam segini jakarta pasti lagi macet –
macetnya gimana aku membututinya
“ akhhh aku makin gila
kalo kayak gini ???” aku mengoyak rambutku kesal, dan benar saja aku kehilangan
jejaknya.
@@@@@@ - Minna- @@@@@@
Udara sore yang membuatku
makin mngantuk saja, dan hari ini aku pulang dengan diantar oleh teman
sekelasku, karena tadi pagi dia juga yang mengantarku , sebenarnya agAk bingung
tapi, apa boleh buat gak baik kan menolak niat baik orang kan, sejak beberapa
menit yang lalu, ada banyak pesan yang
mengganggu ketentraman hidupku, diantara semua itu sebuah pesan membuatku
tersipu malu. Sebuah pesan dari someone yang udah buat hatiku meleleh . pengen
bales tapi, ternyata pulsa ku sedang limited jadi Cuma bisa ku liatin ajha tu
pesan. ( maaf ya)
“ minn ... ayo pulang ??”
seru Krisna padaku
“ oooam ... ya “
Krisna adalah teman
sekelas ku, dia baik dan juga sangat pengertian .
Setelah keluar kelas dan
menuju parkiran, aku dari kejauhan menangkap sebuah bayangan mobil dan si
pengemudi yang ku kenal. Tapi, karena takut salah jadi aku Cuma bisa diam tanpa
banyak berkomentar.
Aku tau dia mengikutiku,
karena jalan yang super macet sore itu, sepertinya dia kehilangan jejakku, aku
sedikit frustasi, dengan kondisi ini, andai yang sedang bersamaku adalah dia
dan bukannya krisna mungkin aku akan sangat berbangga hati.
&&&&&&&&&&
@night
Apa dia gak ngeh kalo
tiap aku sms nanya kabar itu2 adalah bentuk perhatianku, tapi, kenapa sih dia
gak pernah ngerespon balik bikin aku makin muak dengan perasaanku aja, sadar
diri dong masa gak paham juga kalo aku ini udah kasih kode kayak gitu.
Dari pada harus
melupakanmu, seharusnya sejak awal aku tak pernah mencoba mengenalmu
[ para sahabat readers
bantuin napa cara nya ngebuat dia paham kalo ada orang disini yang suka ama dia]
************
Malam Minggu pukul 20.55
wib
Lagi – lagi hanya
menghelah nafas panjang, sedang malasnya aku menikmati malam minggu yang sangat
membosankan , ku habiskan hanya dengan nongkrong didepan tv ngliat sinetron
yang gak jelas dan bikin kepala pusing karena ceritanya yang muter2 kayak
gasingan apalagi lagi ngetrend ama sinetron yang serba mewek [ sinetron cengeng
], didepan tv yang tambah bikin galau , bikin eneg sama sinetron indo yang
makin gak jelas.
[ isi otak penulis
Sana coba kamu yang nulis skenarionya
“ emang jadi jelas “
tanya penulis
“ iya gak lah !! nulis
status hubungan ku ama dia aja gak bisa,
apalagi nulis kayak begituan .. kayak gak punya kerjaan lain aja “jawab ketus bima
“ sial kamu “ penulis
langsung keluar tanduk ini
“lari ” jangan terlalu
tegang bacanya rileks mba & mas bro ]
Apalagi dimana – mana
heboh pada mau nonton boyband yang gak jelas, maraknya musisi luar yang mondar
– mandir kejakarta. Mereka mang gak bisa mencintai produk dalam negeri .
semuanya suka yang bermerk luar, kalo punya barang brandit berarti orang itu ok
punya, yang benar aja ....
Juna yang dari tadi
nongkrong manis dikamarnya, membuatku kesal, dan si mbok juga lagi gak ada
dirumah udah beberapa hari ini, si mbok pulang kampung ke solo, karena anaknya
yang kedua mas jarot mau kawin (married)
[ cieee ... galau ]
Jadi tambah sepi deh ,
terus perut yang dari tadi diam sekarang ikuttan bersuara, tambah bikin jengkel
aja, mana dikulkas bahan makanan dan sayuran pada abis semua tambah sempurna
ini idup, perut lagi gak bisa dikontrol
( emang mobil control, jangankan perut , hati aja gak bisa dikontrol
untuk tak mencintaimu)
[ isi otak penulis :
mulesssss]
Akhirnya aku berdiri dan
mematikan tv dengan sejumlah acara yang gak jelas, dengan mengambil kunci motor
yang ada di atas meja dan memakai jacket kulit kebanggan ku , setelah siap
dengan sepatu snikkers , ada juna yang melihatku keluar dari kamarnya dengan
membawa gelas kosong
“ ahemmm ... mau kemana
bro ??” serunya saat melihatku
“ cari makan ?? napa ??
ikutkah ??” tanya ku padanya
“ kagak .. gue udah
kenyang ...kirain mau malam mingguan ama si dia ???” ujar juna terlalu jujur
“ hhhmmmmm ... “ desah
bima bingung
“gak apa apa .... ooo ya loe mau beli makanan dimana ??” tanya juna
lagi
“ didepan kompleks .. ?
kenapa ??”
“ kagak ... napa2
??” ucapnya sambil meneguk air,
“ oo .. ya udah .. jaga
rumahnya “ ujarku langsung membawa helm sporty hitam favoritku
“ jaga rumah ... ?? loe
kira gue cuckhi “
Aku hanya tertawa kecil
mendengar jawaban nya , dan berlalu begitu saja, sasaran utamaku adalah dagang
makanan kaki lima didepan kompleks, cari
yang cepet ... & pastinya murah, maklum anak kuliahan harus irit
pengeluaraan .
Setelah perjalanan
20minute aku segera memparkirkan motorku disalah satu restoran kaki lima
langgananku namanya bu yuni, makanan nya emang T.O.P bgt
“ wiuh rame ... “ seruku
pelan , saat melihat warung bu yuni dipenuhi banyak pelanggan
Aku langsung masuk
kedalam kedai itu, dan saat melihat bu yuni aku langsung mengangguk pelan
“ hallo bu .. “ sapaku
padanya , dengan celemek buluk itu aku menyapanya, wanita yang masih kuat
berjalan dan sangat pekerja keras itu, walau usianya sudah tak lagi bisa
dikatakan muda
“ mas bima ?? udah lama
lo gak kesini ??” omelnya padaku dgn logat jawanya, aku hanya membalasnya
dengan senyuman
“ iya .. ni bu sibuk
kuliah dan kerja .. “
“ oo .. kirain lupa sama
ibu .. “
“ iya .. gak lah bu “
“ mau pesen apa mas .. “
tanya padaku
“ hm .. lagi pengen yang
anget2 ni bu “
“ ada bakso, soto, aneka
mie kuah , atau tomyame “
“ tomyame pedas satu sama
teh hangat & sebotol air putih “ pesanku pada ibu yuni, ia langsung
menyuruh anaknya untuk menyiapkan makanan yang sedang ku pesan
Sedang menunggu makanan
ku , aku tak sengaja bertemu dengannya , gadis itu bersama seorang gadis seusia
dengan adikku rara , ya .. minna ternyata bersama adiknya shabilla /sabil dan
kali ini aku gak modus sebuah kebetulan kok ...
******** *********
Seperti mimpi yang
menjadi nyata
“ oohh .. hallo kak ??”
sapanya saat aku sedang asik dengan game di ponselku
Aku yang tau bahwa itu
dia hanya tertegun seperti itu sebuah mimpi yang sangat menyenangkan ( bukan
mimpi kok )
“ hallo ... bersama siapa
??” tanya ku , gadis itu lagi2 hanya mengenakan pakaian sederhana tapi , kenapa
sangat manis nya
“ bersama adik ku ... “
ia menunjuk ke arah seorang gadis dengan baju serupa tapi, tak sama
“ adikmu .. ?? “
“ iya .. “
“ gabung disini aja “
usulku padanya, dan ia juga menyetujuinya. setelah itu kami bertiga mengobrol santai
sambil bergurau , dan berbagi kisah tentangnya, aku juga makin memahami nya .
semakin lama semakin menyukainya. Tepat pukul 22.00 wib
“ kk udah malam ini .. ??
kita pulang duluanya .. ???” seru gadis yang ada didepanku dengan terus
mengintip jarum jam tangan berwarna sky blue.
Aku hanya mampu menghelah
nafas , hati mulai menyadari bahwa ini sudah terlalu melampaui batas. Aku harus
menyudahi nya, dan melepaskan setidaknya aku sudah menghilangkan rasa rinduku
yang selama ini ku tutupi dengan sangat rapi.
“ oo ... ya sampai
jumpa !! hati .. hati ya “ pesanku
sebenarnya dia apa gak ngerasaain kalo aku ini sangat perhatian ama dia
“ dasar menyebalkan “
***********************
Setibanya dirumah , suasana
sepi melanda relung hati menjadi alasan kenapa kamu begitu sangat menarik
hatiku. Karena kamu yang pertama kali bersikap begitu tak wajar padaku, membuat
hatiku tak mendengarkan perintahku dan melanggar semua keinginanku untuk
melupakanmu.
Aku yang sudah mulai
mengantuk dan ingin langsung merebahkan rasa kantukku. Kuharap kamu menemuiku
lagi didunia mimpi. Tuhan aku ingin dia yang menjadi jodohku kelak . aku hanya
pinta dia yang menjadi kekasih hatiku. Bahkan ku harap bintang dan bulan malam
ini bisa mengatakan bahwa aku benar serius kepadanya.
[ curhatan sang pujangga
kesepian ]
Ku buka pintu kamar,
dengan perlahan aku langkahkan kaki ku letakkan jaket ku di kursi dan
melemparkan tubuh ku keranjang kasur yang empuk. Dan perlahan menutup mata,
malam ini adalah malam yang tak terduga.
“ kamu jodohku .. “
seruku pelan sebelum terlelap tidur
Keesokkan harinya aku
terbangun dari tidurku, membuka kedua mataku perlahan , aku terduduk dan
menyenderkan tubuhku. Terdengar suara
juna yang membuatku cepat bergegas meninggalkan kamarku , menuju tempat juna
yang mulai mengoceh
“ eh .. mau kemana ??” tanya ku pada juna yang
keliatan sibuk dengan beberapa kopernya
“ lo lupa .. “ seru kesal
juna sambil memperlihatkan matanya yang besar, aku yang melihat nya hanya mampu terbengong. Sebenarnya
apa yang dia maksud, udah tau kalo pagi gini otakku gak connect masih aja main
teka – teki
“ langsung ke inti ..
lagi gak konnek .. ??” tanya ku putus asa, setelah itu juna hanya tersenyum
dangkal yang membuatku tambah kesal
“ ah .. ribet ngomong
sama loe, yang pasti gue dapat tiket seminar ke surabaya “
“ SURABAYA .... ???
berapa lama .. ?? kenapa gak ajakin aku sih .. ??” ocehku pada juna, sedangkan
juna kembali memamerkan sederet giginya yang gak putih banget ( pamer)
“ sorry
udah ntar gue balik lagi kok, lagipula lusa ada ujian , gak mungkin aku
melupakannya begitu saja”
[ ala drama tv yg gak
jelas : tunggu aku .. jika kamu ingin
menungguku tapi, jika seorang datang
padamu dan membuatmu lupa padaku maka kamu harus melupakanku .. dan jangan
pernah mengharapkan kedatangan ku .. karena kau sudah cukup bahagia dengan melihatmu
bahagia > cuplikan salah satu
sinetron indo yang peragain juna .. ( ngakak .. aja deh ) ]
“ hsst ... sana pergi !!!
gue gak butuh belas kasihan loe ( ala drama lagi .. dasar dua pria muda yang
gila .. mohon dimaklumi ya pembaca ) out dari sini “
[ otak penulis lagi
gesrek .. mohon dimaklumi ]
********************
Ada hati yang menggerutu karena
cintanya takut dimiliki yang lain. Akibat rasa rindu yang mulai memuncak,
sedang yang dilihat dia bersama orang lain, dan sepertinya aku memiliki saingan
yang tak bisa dianggap remeh. Kekasih hati yang ingin ku lindungi dan memberi
taukan padanya bahwa seorang disini tak mampu menghirup nafasnya bebas , jika
dia yang berada di hati tak ada dihadapannya, jika pun bisa menghirup nafas itu
pun bisa karena bersusah payah , untuk bisa menarik nya.
Angin yang menghempas
rasa rinduku semena – mena tanpa rasa kasihan , dia yang berada dihatiku, tak
bisa ku hapuskan bayangnya dari memori otakku yang kecil. Semua ingatan hanya
tentang dia, bagaimana kamu yang ada dalam hati mempertanggung jawabkan nya.
Kaki yang dulu sebelum
mengenalmu, berlari kuat dan sangat kuat sekarang menjadi sangat lambat, karena
kamu tak berada disisi, aku hanya terus memikirkan hal aneh
Dulu mata yang kuat
menahan kantuk, sekarang tak mampu dan rasanya ingin tertidur segera agar bisa
melihat mu dalam mimpiku, dulu tangan yang tak mampu menulis tapi, kini tangan
itu lebih aktif untuk menulis nama mu dalam setiap ambisi ku. Ku harap setiap
pagi & waktu ku bisa melihatmu tidur nyeyak dalam pelukku, bisa terus
menghirup aroma tubuhmu, bisa terus menyapamu dalam pelukku, dan bisa melakukan
segala hal bersamamu.
Itu harapanku, pagi yang
seperti ini sangatlah menyedihkan , rumah yang biasanya sangat rame dan riuh
kini menjadi biasa, dan sangat biasa, aku hanya bisa melihat mu dari kejauhan
.. dan aku tak tau bagaimana caranya ku mendekapmu saat kamu menangis,
bagaimana caranya aku menarikmu saat kamu terjatuh atau terinjak, aku tak tau
bagaimana caranya ...
Aku ingin bertanya pada
allah
“ allah ... benarkah dia
jodohku ??? gadis itu, gadis yang ingin ku temui ... benarkah dia jodohku ??? “
Kenapa ?? jika dia bukan
untukku kenapa engkau ( allah swt) mempermainkan hatiku, kenapa engkau terus
membuatku berharap banyak , jika seperti ini akhirnya aku tak inginkan bertemu
dengannya. Aku tak berharap untuk bersamanya dan menghabiskan setiap waktu untuknya.
Seharusnya aku tak berharap banyak.
Tapi, jika dia jodohku,
aku harus memperjuangkannya sampai akhir. Jodoh atau bukan jodohku, dia harus
ku perjuangkan sampai akhir, karena dia yang terlebih dahulu mencuri
perhatianku, dan semua ambisi ku.
“ Benar .. aku harus
bilang kalo sebenernya aku suka banget sama dia .. aku harus menghilangkan
egoku kalo gak mau dia ambil orang ... “
“ ok ..” lanjutku dalam
hembusan nafas
Aku langsung jadi semangat
, langsung otw kamar mandi .. dan berubah jadi cowok yang cool (cas)
, semangat 45 buat dia jatuh hati padaku , sebelum pergi
kerumahnya aku ingin tau lokasi keberadaanya ...
Sebuah
jawaban dari pertanyaanku, aku ingin dia melihat ku , aku ingin buat dia jatuh
cinta padaku, bukan sekedar rasa suka pada kakak atau sekedar teman biasa, aku
ingin lebih dari ini. sebuah kisah yang hebat antara aku & kamu , aku ingin
suatu saat dapat menceritakannya , pada
anak cucu kita bahwa kamu adalah hadiah terbaik yang tuhan kasih untukku.
Aku akan
berjanji pada diriku, bahwa aku akan membuatmu jatuh hati padaku, jika itu tak
berhasil , aku akan mengatakan perasaanku, walau aku mungkin akan tau bahwa
hatiku mungkin akan terluka pada akhirnya.
[ sudah
berhari – hari ia selalu berangkat lebih pagi dari biasanya, dan pulang lebih
malam juga dari biasanya, mungkin dia ... ]
******************
Aku yang sedari tadi resah
karenamu, mencari semua tentangmu, bahkan menjadi gila setiap kali tak dapat
menemukkan mu, pada akhirnya meminta seorang membantuku mencari apa yang kamu
sukai, seorang gadis dengan kacamata cokelat , setumpuk buku diatas meja dan secangkir lemon ice . dia sangat manis
bukan .. tapi, itu bukan dia, bukan dia yang ada di hatiku . Aku berjalan
lambat dengan langkah yang besar dengan jubah putih yang ku sampir di atas
ransel dengan beberapa buku yang lumayan tebel.
“ hay ... tarra !!!”
serruku padanya
Gadis itu menoleh dan
tersenyum padaku, dengan sebuah lesung pipi yang ku temukan dibalik segurat
kelelahannya.
“ hy .. kk !!”
“ hem nunggu lama .. ??
maaf ya ??”
“ gak kok kk .. lumayan (
menggelengkan kepala )”
“ maaf ya .. menggangu harimu??”
“ gak apa2 kok .. ?? demi
perjuangan cinta , apa sih yang gak untuk cinta ( cieeee)”
“ ahk ... yang bener ajha
, gak juga kok .. terus apa aja yang kamu tau tentang dia ??”
“ y semuanyalah aku kan
udah sahabatan ama dia lama banget kk , aoww ... ( gak tahan pengen tau )”
Setelah perbincangan yang
panjang, aku mengetahui apa pun yang dia suka dan tak disukanya, gadis itu
sangat mengagumkan . aku pasti akan membahagiakannya , untuk seumur hidupku
bahkan rela ku beri padanya.
“ cantik ... aku
menyukaimu , untuk seumur hidupmu , ku pastikan segala nya untuk kebahagianmu
cantik “
Aku berjalan diantara
lorong – lorong sepi, hanya terlihat beberapa mahasiswi/a yang berlalu lalang,
pikirku melayang tentang cerita tarra, tadi beberapa jam yang lalu
“ minna .. menyukai semua
hal yang bersifat manis, apa adanya, dan sesuatu yang suprise “
“ dan dia juga suka bunga
tulip dan mawar putih” seru tarra
Kalimat – kalimat yang
diutarakan tarra terus terngiang2 di pikirku, bahkan aku tak sungkan lagi untuk
meminta bantuan tarra agar mencomblangiku dengannya. Kalimat gila mungkin yang
pantas menggambarkan perasaan ku saat ini. bahkan dengan berjalannya waktu aku,
tak lagi malu dan menurunkan seluruh keegoan ku untuk bertanya pada juna walau
ia terus mentertawakan ku. Tapi, demi dia aku rela melakukan apapun yang bisa
ku anggap itu bukan aku banget.
Setelah beberapa bulan
melakukan pendekatan dengannya, semakin dipahami dan semakin dimengerti,
ternyata sejak awal aku sudah mengenal gadis itu tanpa sengaja. Dengan chat
yang kami lakukan secara tak sengaja.
Bulan ramadhan tahun 2015
masih kurang dari sebulan . tapi, aku mulai sibuk untuk mempersiapkan banyak
hal, bukan karena ada ujian praktek atau karena harus menangani beberapa kasus
dibangsal rumah sakit . tapi, mempersiapkan sesuatu yang amazing.
“ gadis .. itu ??? ingin
ku miliki sepenuhnya??” batinku pelan , sedang asik2nya ngelamun datang tamu
tak diundang dikamarku, menurutmu siapa kalo bukan karung beras ... ooops
bercanda
“ ngelamun aja loe ...
kagak bosen loe!!!”
“ akhhh... ( muka kaget)
apa sih loe?? Kalo masuk kamar orang itu ketuk pintu dulu napa ?? gak punya
etika kah??” omelku pada juna
“ enak aja loe bilang
kupret (kutu kampret/ ejekkan nakal) udah gue ketok tu pintu ampe tanganku cape
!!! ini2 yang bikin gue kesel kalo loe lagi kena sindrom cinta akut “ oceh balik
juna padaku, kemudian dia duduk di kursi deket jendela
“ akkhhh ... kok gue gak
denger loe ketok pintu??” tanyaku bodoh
“ hsst ... sudah ku
bilang ini kena sindrom cinta akut ???” omong juna menyolot
“ hhaahha ... sindrom
cinta??? Siapa??” tanyaku mengalihkan wajah ku
“ gak usah sok gak tau
deh ... kapan kamu bertindak ini udah lebih dari setahun, tapi, gak ada
perubahan yang berarti “ oceh juna lagi
“ hsst .. ak usah sok
ajarin gue” raut wajah bima terlihat makin kacau
“ sini .. kapan sih loe
mau nembak .. sini ntar gue bantuin ??” ajak juna
“ gak tau..??” jawabku
seadanya
“ kampret ... “
Setelah memikirkan hal
itu, tepat seminggu sebelum bulan ramadhan aku dibantu oleh juna dan tarra. Aku
memberanikan diriku dan mempersiapkan segalanya untuk menyetakan hatiku
untuknya. Aku ingin bersamanya.
[ apa kalian tau ...
sebenernya aku bingung dan gugupnya luar biasa, melebihi gugupku saat pertama
kali melakukan operasi, atau pertama kali melakukan kesalahan,dan pertama kali
lainnya.. ini tak pernah kuduga sebelumnya... sangat menarik, apakah begini
rasanya kalo mau nyatakan cinta... sangat luar biasa _ isi hati bima]
Dengan sejumlah
persiapan, bahkan kali ini dia sedang ada magang dirumah sakit. Aku sudah
mempersiapkan hatiku jika dia menolakku, bahkan tak ingin bersamaku sebagai
teman atau kakak.
Hatiku sudah ku
persiapkan untuk semua kemungkinan, rasa percaya diri ku bahkan tak bisa ku
lunturkan begitu saja. Aku mencintaimu untuk seluruh hidupku, beruntungnya si
dia, sedang ada shift masuk pagi. Semua sudah direncanakan bahkan tarra dan
juna bekerja keras demi hubungan ini, (aku cukup gila untuk ini semua kan)
[ pernyataan cinta]
@@@@@@@@@@@@@@@
Pagi 08.30 wita
Wajah ku sembab karena
kurang tidur, mataku juga udah kayak panda . waktuku semalaman hanya ku habiskanuntuk
tidur, dan gak untuk mengerjakan tugas dari dosen yang kayak ya gak bakal selesai2 . bahkan jam weker yang sudah ku
persiapkan tak ada artinya ditelingaku. Hari ini aku benar2 sangat lelah,ingin
rasanya tertidur lelap seharian.
Aku terbangun memposisikan
tubuhku untuk bersandar mengumpulkan nyawa – nyawa yang bergentayangan,
menghelah nafas ku perlahan, saat itu aku mencium wangi makanan yang sangat
lezat.
“ hm ... wangi apa ini??”
tanya ku perlahan, sembari bergegas dari tempat tidur, segera menuju dapur, ku
lihat sesosok wanita muda sedang mempersiapkan makanan terlebih aku hanya
bengong seperti orang kehilangan kesadaran .
“ siapa tu ... itu bukan
si mbok ???”
Wanita muda itu berbalik
menatapku dan mendengus kesal
“ kenapa baru bangun ....
???” tanyanya kesal
Aku masih bingung, dengan
apa yang di katakannya, bukankah itu minna, tapi, bagaimana bisa dia disini
dengan santainya.
Aku menatap sekeliling ku
lihat beberapa foto terpajang disepanjang dinding rumah, tapi, sebuah foto
membuatku tersadar weeding foto, bahwa yang semalam itu adalah sebuah mimpi
panjang tentang perjalanan kita .
“ kenapa bengong disitu
yah ??” tanyanya , membuatku kaget
setengah mati, dia yang berada di depan mata , bukankah itu minna, bagaimana
mungkin dia ada disini ?? apa ini mimpi, aku masih berdiri tanpa bisa ngomong
apa2, apa kepalaku terbentur atau kayak apa
“ yah ... ??” batinku
bingung
“ kenapa ?? kok kamu
kaget begitu, ini dampaknya tidur sebelum magrib ?? jangan di ulangi lagi ya
ayah .. “
“ hah ... ayah ??? maksudnya
apa sih ?? “
Masih dengan kebingungan
aku , sebuah tangisan membangunkan ku dari lamunan
“ oek .. oek .. oek .. (
suara tangisan bayi)”
Minna wanita yang masih
membuatku bingung itu langsung mematikan kompor dan berlari melewatiku, menuju
sebuah ruangan dan ku ikuti dari belakang, sebuah ruangan dengan background
lucu dan colorfull , ku lihat di dua balita menangis didalam box
Pertanyaan ku siapa itu??
“ ayah .. kenapa bengong
di situ ?? sini bantuin gendong ??”
“ apa ??” tanya ku bingung
“ apa ??” tanya ku bingung
“ ayah kenapa habis
bangun tidur kayak lupa ingatan gitu ??”
“ oo hhh ... aku mau
tanya tanggal berapa sekarang “
“ ayah .. kenapa sih ??”
Minna tersenyum sambil
menggendong salah satu balita permpuan
“jadi yang semalam itu mimpi ???” batinku
pelan , dan tersenyum penuh kemenangan
“ ayah .. kenapa lagi ?? kok senyum begitu ??”
“ memang gak boleh bun .. “
“ iya udah sekarang ayah tolong mandikan kk
Tarra nya ( anak laki – laki), biar bunda yang mandiin kk Tiara ( anak
perempuan )”
“ oohh ya bun .. “
Aku kembali ingat, jadi tadi malam itu aku
bermimpi panjang dan sangat indah, beruntungnya aku mendapatkan mu, seperti
mimpi saja . allah ku rasa kau adil untuk kisah hidupku. Jika ada kehidupan
kedua aku hanya berharap bahwa ia tetap menjadi kekasih hidupku ( dunia &
akherat ).memiliki si kembar yang lucu, menjadi penyemangat hidup kami berdua.
Setelah memandikan dan memberi makan sikembar,
minna sedang asik dengan menindurkan sikembar didepan tv, dengan acara anak –
anak yang lucu, membuat sikembar tertidur pulas di tempat tidurnya masing –
masing. Aku duduk disampingnya, mencium harum tubuhnya dan menghelah nafas
panjang, memastikkan ini bukan mimpi sesaat.
“ kenapa ???” tanya minna tanpa ragu
Aku menggenggam tangannya, dan berkata
“ bun... selamanya , sampai tua nanti kita
harus seperti ini ... jangan pernah melepas genggaman ku ??” ajakku
“ iya .. ayah !! bunda gak janji ??”
“ bunda ... hsst jangan kayak gitu dong”
“ insyallah ayah, udah gak kerasa 2thun kita
berkeluarga”
“ iya rasanya baru kemarin aku menyukaimu ?? tapi
tak pernah dikira sekarang sudah ada sikecil ??” seruku pelan sambil melirik kearah dua balita
yang tertidur pulas itu “ iya ... aku ingin hidup bahagia bersamamu .. ??”
lanjutku
“ janjinya ...
awas kalo ayah ingkar janji, bunda jadiin ayam bakar ??”
“ huh .. enak itu ??? jadi pengen .. ??”
“ hsst .. ayah ??”
“ iya .. “
Mumpung ada kesempatan , sikecil lagi bobo,
saat ia tak lagi menoleh kearah ku, aku spontan mencium pipi minna, sontak
wanita itu menoleh dan mecubit perutku pelan, aku hanya merintih sakit
“ ayahhh ... “
“ apa sih bun ... “
“ cari kesempatan aja ayah ini ??”
“ iya .. gak apa – apa dong bun ... kan udah
hallal”
“hssst .... ayah ...ini “
“ apa lagi, apa mau buat adik buat sikembar
??” ledekku, sedangkan minna lagi – lagi mencubit perutku yang lumyan kekar (
cueeh)
“ hhssst .. ayah ini benar2 menyebalkan ??”
Aku memeluknya dan bersyukur atas apa yang
terjadi padaku. Aku berharap bisa hidup bahagia dengan keluarga kecilku ini.
The end
“ percaya
dengan apa yang kamu percaya, takdir mu ada disuatu tempat
yang tak bisa kamu prediksi, yang bisa dilakukan hanya percaya”
Komentar
Posting Komentar