“ because smile to me ”
By : DDC
Dalam
genggaman ayah ada kebahagian yg sedang ku rasakan saat ini. Ayah selalu
memprioritaskan kebahagianku di atas segalanya, kata ayah .. aku adalah
malaikat tanpa sayap, karena itu harus di lindungi, aku selalu sakit – sakittan
sejak kecil, dan aku khawatir karena selalu membuat ayah khawatir. ayah adalah seorang
dokter di sebuah rumah sakit ternama di negeri ini. Aku hidup berdua selama aku hidup, mama meninggalkan ayah setelah aku
lahir. Mungkin akan tau kalau aku akan
sakit .
Udara mengusik ku perlahan
ku hirup udara melalui selang oksigen, yg sudah membantuku selama beberapa hari
ini. Tubuh ku memang rentan dengan penyakit baru. Aku tau sejak usiaku 2thn aku
mengalami penurunan imun, karena itu aku harus di lindungi kata ayah. Namaku kainna talistha 17thn. Biasa di sapa
ainna . aku tak pernah mengenyam bangku sekolah meski ayah mampu membelikkan
gedung sekolah. Ayah terus menjagaku ketat dalam semua bidang, mungkin suatu
saat nanti saat aku mulai tau apa itu
cinta ???
“ ainna … “ aku mendengar seorang memangil nama ku, ku
buka mataku secara perlahan, ku lihat sosok seorang wanita setengah baya,
tersenyum padaku , aku membalas senyuman itu, ia adalah bibiku soffi .
“ ada apa bi … “ Tanya ku
lemas “ kau ini doyan sekali tidur .. apa kau tau ini sudah hari ke -5 kau tertidur, apa kau berharap ada
seorang pangeran mencumbu mu “ kalimat itu kembali terulang dalam bibir mungil
bibi soffi. Ia sudah berjasa selama 17thn dengan baik hatinya ia merawatku
menggantikan sosok mama dlm duniaku. “ hm … bibi selalu seperti itu, aku sangat
merindukanmu “
Ku lepas perlahan selang
oksigen yg membantu pernafasan ku, aku tersenyum seperti biasa, aku merindukan
ayah, merindukan semua yg di buat ayah dalam duniaku. Hari ini teman ayah dr.
Dimas mengatakan bahwa aku sudah boleh
pulang, setelah beberapa hari aku menginjakan kembali ke lingkungan yg tak
asing bagiku, tanaman bunga tulip dan mawar biru yg ku tanam minggu lalu tumbuh
subur . kata bibi soffi ia yg merawat bunga – bunga itu.
“ dimana ayah … “ ku
tanyakan pada bibi soffi “ hm … ayah mu sedang pergi ke luar kota, mungkin lusa
akan pulang!! Kau tau ayah mu sangat khawatir padamu .. karena itu kau harus
tetap hidup ainna, tidak peduli duniA sedang mengatakan besok akan kiamat, kau
harus tetap hidup …. “ bibi soffi
memelukku dan sepertinya air matanya mulai turun tanpa ia sadari. “bibi tenang
saja aku kan hidup … dalam hati kalian semua, walau suatu saat nanti wujud ku
akan menghilang .. “ batinku
Aku menghirup nafas dunia
yg beberapa hari ini ku tinggalkan ..
aku menapaki kamar ku yg begitu banyak ornament langit biru, karena
dengan melihat langit biru setiap hari aku pasti akan bertemu mama untuk terakhir
kalinya. Mungkinkah itu ..
Aku takkan memarahinya
karena meninggalkan aku dan ayah, aku hanya ingin mengatakan betapa
beruntungnya aku telah menjadi putrinya.
Aku duduk di tepi ranjang
tempat tidurku, aku menatap foto ku bersama ayah tersenyum .. aku menikmati
waktu yg ku mliki saat ini . tuhan jika boleh .. ku harap waktu tak berputar,
karena ku takut jika waktu berputar maka aku kan menghilang .. aku ingin
melindungi semuanya …
Suara pintu terdengar dari
dalam kamar . ku buka secara perlahan ..
Seorang wanita setengah
baya, dan troli makanan yg semuanya ku suka . ia mendorongnya masuk dalam kamar
ku …
“ nona … apakah nona
merasa lapar .. hari ini saya khusus membuatkan semuanya untuk nona ainna “
seorang ibu tua, ia adalah kepala pelayan di rumah , seorang yg sangat ku
hormati setelah ayah, bibi soffi , dan mama . “ tentu bu .. taukah kamu selama
di rumah sakit aku berpuasa, karena makanan disana tak seenak buatanmu .. “ aku
memeluk tubuh gembul itu, ku peluk ia ku rasakan kehangatnnya, mungkin saja
keadaan ini akan menghilang juga, bersama waktu .
Ayah … mama … apakah
hidupku benar –benar akan berakhir, aku sangat ingin hidup bersama kalian.
Setelah beberapa waktu ku habiskan waktu dirumah .. aku meminta izin untuk
pergi jalan – jalan. Dan bersama bibi soffi .. kami pergi ke suatu tempat yg
sangat sejuk , kota bandung ( puncak ) saat ini aku menghirup udara segar
dengan santai ..
“ dunia yg ku lihat saat
ini .. lepas dari dunia yg di buat ayah .. aku merindukkan ayah, ayah
sebenarnya kau pergi kemana , apakah kau sudah di beri tau malaikat kalau waktu
ku sebentar lagi akan habis, apa ayah akan meninggalkan ku jua. Ayah … ku ukir nama mu dalam hatiku, waujudku
mungkin suatu saat akan lenyap, tapi, cinta ku akan abadi untukmu “
Saat sedang asik menikmati
pemandangan, tiba – tiba mataku menangkap sesosok yg mempesona, seorang pemuda
dengan pancingnya membuat ku sedikit terpana mungkin ini yg dinamakan cinta
pandangan pertama. Tapi, tatapan ku buyar … semakin lama dilihat semakin gelap
… dan tubuhku tak mampu menopang tubuhku …
Beberapa saat kemudian
Mataku mengedip beberapa
kali, ku buka mataku secara perlahan, semua tempat terasa asing bagiku ,
“ bu … dia sudah bangun …
“ seru seorang gadis, ku lirik ia aku mengumpulkan semua nyawa yg tersisa,
seorang wanita setengah baya sekitar 50 tahunan, berlari dari arah dapur “ benarkah …
!!!” seorang wanita keluar dengan baju comal comel, “ ha … akhirnya kau
bangun juga nak, wajah mu sangat pucat !! apakah kau sakit nak .. “ sebelum aku
menjawab seorang memotong nya .
“ pastinya dia sakit, mana
mungkin tubuhnya seringan itu beda dengan gadis lainnya, aku saja kaget .. “
seru seorang pemuda seusia ku “ hey … satrio jadi kau tau darimana kalau ia tak
seberat gadis lainnya ??” pemuda itu Nampak cuek dengan perkataan kakak laki –
lakinya itu “ ah …. Abang apaan sih, jangan membuat ku malu di depan gadis
manis “ cuiiihhh … racunmu mulai keluar ?? lagipula apa sih daya tarikmu di
banding abangmu yg mirip choi siwon nie .. “ sepertinya kedekatan keduanya
sangat dekat “ aduh … mulesss perut
ku bang, loe ama siapa namanya ??? ( sok mikir ) choi siwon lebih mirip ama
ujang kambing di kandang … “ lalu “adek kurang ajar …. “
Wanita setengah baya yg ku
ketahui bernama ibu neneng itu, memberiku secangkir teh hijau hangat, aku
menyeruputnya pelan “ siapa nama mu gadis manis .. ??” Tanyanya sopan “ ainna bu .. maaf sudah merepotkan “ maafku
menundukkan wajah “ tak perlu sungkan nak … di dunia yg besar ini kita harus
saling menolong “
Tiba – tiba handphone yg sedari berada di kantung
jaketku, bordering .. ku tekan tombol
hijau itu, ku dengar suara parau itu menanyakan keadaan ku,
“ kau dimana … ??? apa kau
baik- baik saja ??? beri tau keberadaan
mu ??” tanyanya tak pakai koma “ iya … bibi !! aku baik – baik saja, sekarang
aku da di warung bu neneng dekat pemandian umum “ jelasku “ baik …. Tungggu
disana , bibi akan segera kesana mengerti … “
Aku di suguhi beberapa
makanan ringan “ makanlah … “ tawar bu neneng “ bu .. siapa yg membawaku kesini
??” tanyaku “ oo .. tadi yg membawamu adalah anakku satrio, dia seumuran
denganmu .. “
Ternyata pemuda yg bernama
satrio dengan gampangnya masuk ke dalam
ruang tergelap dari hati ainna, satrio
tanpa sengaja mengubah hari – hari ainna,
satrio membuat dunia dari jurang kegelapan menjadi perlahan terang, dan
ku harap tuhan … izinkan aku hidup sekali lagi bersamanya, walau .. mungkin ia
akan jatuh cinta pada orang lain … tapi,
di sisi lain aku merindukan sosok ayah .. bibi mengatakan bahwa ayah sedang
bekerja di luar kota .
Malam yg dingin sepasang
anak manusia sedang menikmati anugrah tuhan yg luar biasa menggakumkan , saat
sedang melihat rasi bintang , tiba – tiba ada bintang jatuh.
“ wah …. Ada bintang jatuh
.. ?? cepat minta permohonan .. ??” kata satrio semangat “ tapi, aku tak yakin kalau bintang dapat
mewujudkan permohonan ku” jawabku lemas
“jika bintang tidak mampu
mewujudkannya, maka aku yg akan mewujudkannya .. jadi katakanlah permohonanmu
.. “ pintanya , satrio tersenyum padaku ..
{ permohonan ku adalah
tuhan aku harap kamu tetap berada disisi ku selamanya .. ku
harap tuhan tidak membuatku menghilang } lalu .. “ apa permohonanmu ??” Tanya
ku pada rio
“ aku berharap suatu
saat kita dapat bersama selamanya …
“ dan “ kenapa .. ??” Tanya ku bingung “ karena aku sangat suka
ainna … “ pernyataan itu membuat ku
sedikit bingung sekaligus senang karena perasaanku tak terabaikan
Setelah beberapa minggu
berlalu …
Udara
pagi menyejukkan persaanku , dengan santai pagi ini ku duduk dengan secangkir hot chocholate, dan
cemilan manis tapi, aku merasakan mataku berkunang- kunang, dan ……
Ngiung
.. ngiung …. Suara ambulance bergemuruh, seorang gadis terpaksa di bopong
dengan wajah pucat, tubuhnya dingin secara mendadak, seisi rumah yg mendapat
kabar itu langsung shok .. begitu juga
satrio, ia tak pernah berpikir bahwa gadis itu akan kritis ..
Bibi
soffi sangat cemas, ia terus mengetik beberapa angka yg di ingatnya dalam layar
sentuh itu. Berkali – kali ia memencet tombol hijau itu namun, hasilnya nihil .
tak da jawaban dalam panggilan itu. “ ku
mohon angkatlah … “ seru serak bibi soffi menahan air matanya yang menembus
kelopak matanya, “ ku mohon … jangan seperti ini !! angkatlah “ suaranya
bergetar ..
Seorang
gadis terbaring lemah .. dengan berbagai alat penompang kehidupan di seluruh
tubuhnya, gadis itu tertidur sangat
cantik meski ia tak tersenyum . seorang pemuda sedang berada di depan pintu
kamar 2067 VVIP tangannya bergetar
memeggang kneop pintu, jantungnya berdebar .. seakan tak sanggup melihat gadis
yg mengisi kehidupannya sedang terbaring tak berdaya , tapi belum sempat ia
memutar kneop pintu itu, seorang menepuk bahunya pelan, satrio menoleh
dilihatnya seorang wanita setengah baya yakni bibi soffi. Mereka berdua dduk di bangku rumah
sakit. Dengan dua gelas teh hangatdi
tangan ..
“apa
kamu yg namanya satrio .. “ Tanya ragu bibi soffi “ iya bi .. saya satrio !! ” lalu
bibi soffi bertanya lagi “ apa kau tau apa itu
acquired immune deficiency syndrome?? ” satrio menggeleng pelan “ penyakit
itu timbul akibat rusaknya kekebalan tubuh , dan itu yg saat ini di alami ainna
, nona yg selalu ceria itu kini sedang terbaring tak berdaya , tapi, berkat
bertemu denganmu nona kami tersenyum lagi“ satrio terlihat mulai frustasi, ia
menundukkan kepalanya , dan mendangokkan kepalanya menatap wanita separuh baya
itu lagi ..
“
kenapa … ? kenapa … ?? apa yg menyebab kan dia seperti ini ??”tanyaku
bergetar “ saat usia ainna 8bulan , ainna jatuh dari gendongan
ibunya, kepala ainna terbentur, ainna pernah koma selama 1tahun, dan dokter
memvonis keadaannya “
Sedang
asik bercerita keduanya dikejutkan oleh kedatangan dua orang tua, dia adalah
kedua orang tua ainna , ayah dan mama ainna ..
Seorang
wanita setengah baya yg masih terlihat muda dengan baju sederhana, ia Nampak
modis rambut di tata rapi. Dan seorang pria tua berusia sekitar 55thn kedua
orang itu tak lain adalah tn. dhani ayah ainna dan ny. Linna . mereka datang
dengan raut sedih masuk kedalam ruang yg ditempati ainna. Gadis itu tampak lesu
dengan berbagai macam alat penopang kehidupannya, kedua orang itu berjalan
sempyongan terlebih ny. Linna, ia menutup bibirnya menahan jatuh air matanya,
sedangkan tn. Dhani yg tak lain adalah ayah ainna berjalan mendekati tempat
tidur ainna, ia membelai lembut kening putrinya itu .. dikecupnya kening itu
dengan kehangatan seorang ayah pada anaknya.
Dua
kelopak mata itu terbuka perlahan , ada senyuman manis keluar dengan sederet
gigi putih berjejer rapi. Wajah sang ayah yg di rindukannya selama beberapa
minggu terakhir, datang bersama seseorang yg tak dikenalnya ..
“a
… a… ay… ayah .. siapa dia ??” Tanya ku pelan, pria tua itu menoleh dan tersenyum
dan berkata padaku “ maaf ayah .. meninggalkan mu .. tapi, ayah akan menebus
itu semua dengan kedatangannya .. “ wanita itu berjalan maju, ku lihat air
matanya menumpuk dibawah kelopak matanya .. “ dia mama yg kau ingin temui
anakku … dia mama mu “ kata ayah menyadarkanku
“mama
… jadi???? dia mama ku … “ aku melepas
pelan masker oksigen yg berjasa menopang kehidupanku .. aku mengatakan semua yg ingin ku rasakan
selama 17thn, tanpanya & aku mengatakan .. terima kasih telah menjadi
mamaku, terima kasih telah melahirkan ku, terima ksih karena mau bertemu dan
meluangkan waktumu untukku.
Jika
Banyak waktu sebenarnya aku ingin menghabiskan waktu bersama mu .. seperti
keluarga pada umumnya, aku .. takkan bertanya kenapa kamu meninggalkan aku dan
ayah .. bagiku ini lebih dari cukup
“
ayah … hiduplah bahagia karna aku sangat khawatir pada ayah … “
Satrio
masuk dengan di temani bibi soffi, aku melihatnya dengan setangkai mawar di
tangannya, ia tersenyum padaku , pria itu sangat manis … senyumannya membuatku
tak ingin pergi dan masih mengira ini adalah mimpi buruk .. jika begini
akhirnya, seharusnya tuhan tak mempertemukanku dengan rio .aku sangat suka rio ,
“
rio … !!! ” aku menjulurkan tanganku
padanya, ia mendekat dan ia memelukku, sangat hangat persis seperti pelukkan
ayah .. ku bisikkan permohonan ku padanya “rio .. sepertinya bintang jatuh itu
tak mewujudkan permohonan ku , bisakah kamu mewujudkannya untukku “ pintaku ,
ia melepas pelukkannya dan duduk di tepi ranjang sambil mengenggm tanganku “
apa per .. mohonan mu??” aku menahan air mata yg seakan menjebol pertahanan ku.
“ tersenyumlah … karena aku sangat suka senyum rio yg tanpa beban itu, aku
sangat menyukai suara rio yg bahagia walau hidup sulit … karna itu rio harus
hidup bahagia … jangan lupakan aku .. walau suatu saat nanti kamu akan menyukai
orang lain … “
Kamu
yg mengajarkan banyak arti dalam hidupku, terlalu banyak kenangan tentangmu,
tak kan sampai hati untuk aku membuangnya begitu saja, kamu mungkin akan jadi serpihan kisah masa
laluku, tapi, kamu adalah cinta pertama dalam hidupku .
Hari ini
tepat 1thn setelah kepergianmu .. dan kamu masih setia berada dalam hatiku,
kamu masih berada dalam hati terdalam ku, hari ini sangat cerah , angin semlir mengacak
rambutku, aku melihat beberapa siswa berjalan dengan bergandengan tangan senyum
gadis itu mengingatkan ku padamu ainna … cinta pertamaku …
TAMAT
Komentar
Posting Komentar